Profil Pengusaha Tawardi Ramli

Mau jadi pengusaha modal percaya diri. Dia pengusaha keripik, yang dengan PD -nya bertanya kepada pengelola supermarket. Pria pemberani ini bertanya,”produk apa yang tengah dibutuhkan?”. Tidak mau mencoba- coba menjadi pengusaha.
Usaha Modal Percaya Diri
Memakai pembukus alumunium foil membuat keripik awet sampai 4 tahunan. “Tapi saya tulis di kemasan expire hanya satu tahun,” katanya.
Permintaan akan produknya memang banyak. Tapi dia belum bisa memenuhinya sendiri. Soal pemasaran pun baru di Sumatra Utara dan punya agen di Bandung. Ketika ditanya ekspor, ia mengaku tak sanggup, alasan karena tenaganya tidak ada.
Masa Lalu Pengusaha
Seketika didatanginya Carrefour menanyakan peluang usaha. Buat awalan cuma bertanya produk apa yang bisa ia pasok. Gayung bersambut karena mall besar itu memberikan kesempatan buat UMKM. Dan mereka butuh pemasok buat keripik nangka.
Pasalnya, olahan Tawardi tak cocok buat supermarket tersebut, bukannya untung malah merugi. Jadilah ia hanya memasok dua kali pengiriman. Prinsipnya pengalaman adalah modal sejati. Itulah dirinya, justru jadi semakin bersemangat.
Lembaga khusus yang membantu masalah Aceh ini memberikan bantuan. Khusus buat mereka warga korban konflik dan juga tsunami Aceh. Nah, Tawardi beruntung kebagian satu mesin vacuum frying. Cocok, mesin penggorang krispiy ini digunakan buat keripik nangkanya lagi.
“Mulanya saya hanya memasok keripik nangka saja, tapi seiring berjalannya waktu, saya mulai membuat inovasi lain,” ujarnya.
Omzet bisnisnya meningkat sampai Rp.3 juta per- hari. Karena Medan terkenal akan buah duriannya. Maka ia berinisiatif membuat keripik durian. Inilah andalan bisnis aneka keripik Tamita. Nama itu bisa merambah ke seluruh Indonesia lewat keripik durian dan pewarta digital.
Ayah gadis kecil bernama Mentari, lanta menjelaskan bisnis Tamita bisa naik 150% lewat musim Lebaran. Omzetnya mencapai Rp.4 juta per- hari. “Saya sangat bersyukur, dari tahun ke tahun usaha saya semakin meningkat deras,” puji syukur Tawardi.