#Pugur – #Budidaya Azolla sebagai #Pakan Alternatif Hemat untuk #Ternak – Kenaikan harga pakan menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi #peternak di Indonesia. Biaya pakan bahkan dapat mencapai 60–70% dari total biaya produksi, sehingga fluktuasi harga bahan baku seperti jagung, dedak, atau bungkil kedelai sangat memengaruhi keuntungan peternak. Dalam kondisi tersebut, diperlukan #solusi #inovatif dan ekonomis untuk menjaga keberlanjutan usaha ternak. Salah satu alternatif yang kini banyak dilirik adalah #budidaya Azolla — tumbuhan air kecil yang kaya protein dan mudah dibudidayakan.
Baca Juga: Budidaya Kelinci Pedaging & Hias: Dari Hobi Jadi Penghasilan
Azolla dikenal sebagai tanaman air dari jenis paku-pakuan (famili Azollaceae) yang hidup mengapung di permukaan air. Meskipun ukurannya kecil, manfaatnya sangat besar, terutama dalam bidang pertanian dan peternakan. Dengan teknik budidaya yang sederhana dan biaya rendah, Azolla berpotensi menjadi pakan alami hemat biaya yang tetap bernilai gizi tinggi.

Mengenal Azolla dan Kandungan Gizinya
Azolla memiliki bentuk menyerupai lumut atau ganggang yang menutupi permukaan air. Warna daunnya hijau segar, kadang kemerahan bila terpapar sinar matahari langsung. Keunggulan utama tanaman ini terletak pada kemampuannya bersimbiosis dengan bakteri Anabaena azollae, yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara. Proses ini menjadikan Azolla kaya akan unsur nitrogen alami, sehingga tumbuh subur tanpa pupuk kimia.
Dari sisi kandungan gizi, Azolla memiliki komposisi yang menyaingi bahan pakan komersial. Berdasarkan berbagai penelitian, dalam 100 gram bahan kering Azolla terkandung:
- Protein kasar: 20–30%
- Serat kasar: 10–15%
- Lemak: 3–5%
- Abu dan mineral: 15–20%
- Vitamin: terutama vitamin A, B12, dan beta-karoten
Kandungan proteinnya yang tinggi membuat Azolla cocok untuk berbagai jenis ternak seperti ayam, bebek, ikan lele, nila, kambing, sapi, hingga kelinci. Selain itu, karena mudah dicerna, Azolla dapat meningkatkan efisiensi pakan sekaligus memperbaiki pertumbuhan ternak.
Baca Juga: Bisnis Kompos Cair Organik (Pupuk Hayati Mikroba): Peluang Hijau yang Menjanjikan
Manfaat Azolla untuk Peternakan
- Menekan Biaya Pakan
Azolla dapat tumbuh hanya dengan media air dangkal dan sedikit pupuk organik, sehingga biayanya jauh lebih murah dibandingkan pakan komersial. Dalam praktiknya, peternak yang memanfaatkan Azolla secara rutin mampu menurunkan biaya pakan hingga 30–40%. - Meningkatkan Pertumbuhan Ternak
Protein tinggi dan kandungan asam amino lengkap membantu mempercepat pertumbuhan ternak. Pada ayam pedaging, misalnya, pemberian Azolla kering sebanyak 10–15% dari total ransum dapat meningkatkan bobot badan serta memperbaiki konversi pakan. - Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Budidaya Azolla tidak memerlukan pupuk kimia atau pestisida, sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, limbah air kolam Azolla dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk cair alami untuk tanaman. - Menjaga Kesehatan Ternak
Vitamin dan mineral alami dalam Azolla membantu meningkatkan sistem imun ternak, mengurangi ketergantungan terhadap suplemen pabrikan.
Teknik Budidaya Azolla Secara Praktis
Salah satu keunggulan Azolla adalah kemudahan budidayanya. Dengan modal kecil dan lahan terbatas, siapa pun bisa memulainya — baik peternak kecil, pemula, maupun pelaku agribisnis rumah tangga.
1. Persiapan Kolam
Buat kolam sederhana dari terpal, semen, atau tanah dengan ukuran minimal 2×3 meter dan kedalaman 15–20 cm. Dasar kolam diisi lumpur sawah yang telah dicampur dengan pupuk kandang matang (perbandingan 1:1). Lapisan ini berfungsi sebagai sumber nutrisi awal bagi Azolla.
2. Pengisian Air
Tambahkan air hingga ketinggian 10–15 cm. Pastikan air tidak mengandung bahan kimia atau deterjen, karena dapat merusak struktur daun Azolla. Diamkan air selama 1–2 hari sebelum penebaran bibit.
3. Penebaran Bibit
Masukkan bibit Azolla sebanyak 200–500 gram per meter persegi. Sebarkan secara merata di permukaan air. Hindari menebar terlalu padat agar Azolla tidak saling menutupi dan kekurangan cahaya.
4. Perawatan Harian
- Periksa kondisi air setiap hari. Jika mulai surut, tambahkan air bersih.
- Hindari sinar matahari langsung yang terlalu panas dengan membuat naungan paranet.
- Jaga pH air di kisaran 5,5–7 untuk pertumbuhan optimal.
- Tambahkan pupuk kandang cair atau air rendaman kompos setiap 10–14 hari sekali sebagai nutrisi tambahan.
5. Panen dan Regenerasi
Azolla siap dipanen setelah berumur 7–10 hari. Gunakan serokan atau saringan halus untuk mengambilnya, lalu tiriskan. Sisakan sekitar 20–30% Azolla di kolam sebagai bibit untuk pertumbuhan berikutnya. Dengan cara ini, Azolla bisa dipanen berkali-kali tanpa harus menanam ulang.
Cara Penggunaan Azolla untuk Ternak
Sebelum diberikan, Azolla dapat digunakan dalam dua bentuk: segar atau kering.
- Azolla segar: cocok untuk ikan, bebek, kambing, dan sapi. Cukup dicacah agar lebih mudah dicerna.
- Azolla kering: dijemur di bawah sinar matahari selama 1–2 hari, lalu digiling menjadi tepung. Tepung Azolla bisa dicampurkan ke dalam pakan buatan hingga 10–20% dari total pakan.
Untuk ayam dan bebek, Azolla kering sering digunakan sebagai tambahan bahan ransum, sedangkan untuk ikan lele atau nila bisa diberikan langsung sebagai pakan hidup di kolam. Hasilnya, pertumbuhan ikan lebih cepat dan biaya pakan berkurang signifikan.
Peluang Ekonomi dari Budidaya Azolla
Selain bermanfaat bagi kebutuhan pakan sendiri, budidaya Azolla juga memiliki potensi bisnis yang menarik. Permintaan bibit Azolla meningkat seiring tren pertanian dan peternakan organik. Harga jual bibit Azolla segar berkisar antara Rp20.000–Rp50.000 per kilogram, sedangkan bentuk kering atau tepung bisa mencapai Rp60.000 per kilogram.
Peternak yang sudah memiliki kolam Azolla dapat memperoleh penghasilan tambahan dengan menjual:
- Bibit Azolla untuk pembudidaya lain
- Azolla kering atau tepung sebagai bahan pakan
- Pupuk organik cair dari air kolam Azolla
Dengan modal awal sekitar Rp300.000–Rp500.000, peternak bisa memulai usaha ini dan mendapatkan hasil panen setiap minggu. Artinya, Azolla tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga membuka peluang bisnis baru.
Baca Juga: Pembuatan Biogas Skala Rumah Tangga: Energi Bersih dari Limbah Organik
Kesimpulan
Budidaya Azolla merupakan langkah cerdas bagi peternak yang ingin menghemat biaya pakan, meningkatkan produktivitas ternak, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Dengan kandungan protein yang tinggi, proses budidaya yang mudah, serta potensi ekonomi yang menjanjikan, Azolla layak dijadikan bagian dari sistem peternakan modern berbasis sumber daya lokal.
Dalam konteks peternakan masa depan yang berkelanjutan, Azolla bukan sekadar alternatif — melainkan solusi strategis untuk menciptakan kemandirian pakan dan meningkatkan kesejahteraan peternak Indonesia.



