Pugur – Di #tengah #meningkatnya #kesadaran #akan #isu #lingkungan dan #ekonomi #kreatif, seorang perempuan inspiratif berhasil menjadikan limbah menjadi peluang bisnis bernilai tinggi. Zara Tentriabeng, founder dari brand Hexagon, kini meraih omzet puluhan juta rupiah setiap bulan dengan menyulap barang tak terpakai menjadi perhiasan unik dan bernilai seni tinggi.
Baca juga: Peluang Usaha Limbah Jerami Padi: Cara Pengolahan, Target Pasar, dan Potensi Keuntungan Besar

Bisnis ini bermula dari keberanian Zara untuk keluar dari zona nyaman. Setelah berhenti dari pekerjaannya di perusahaan alas kaki, ia memulai Hexagon pada tahun 2014 dengan modal awal sekitar Rp 10 juta serta prinsip yang kuat: “turn waste into love” — ubah limbah jadi sesuatu yang bernilai dan dicintai.
Inovasi Kreatif dari Limbah Makeup
Pada awalnya, Zara menggunakan bahan yang umum seperti laser cut acrylic dan laser cut kayu daur ulang. Namun sejak tahun 2020, sebuah ide baru muncul: menggunakan makeup yang sudah kedaluwarsa sebagai pigmen warna alami untuk produk perhiasannya.
Ia mempelajari teknik ini dari tutorial online dan menemukan bahwa pigmen bubuk makeup seperti eye shadow, blush on, dan bronzer bisa dicampurkan ke polymer clay. Dengan ide tersebut, material yang tadinya limbah kini menyatu menjadi produk perhiasan yang menarik, estetik, dan ramah lingkungan.
Bangkit dari Tantangan Pandemi
Layaknya banyak UMKM lainnya, Hexagon sempat mengalami masa sulit saat pandemi. Penjualan sempat turun drastis hingga dua bulan tanpa transaksi. Namun Zara tidak menyerah. Ia terus berinovasi dengan mengembangkan produk lain, seperti tali masker unik berbahan clay limbah makeup, serta aktif mengikuti berbagai pameran dan bazar untuk memperluas pasar.
Baca juga: Produksi Tempat Sikat Gigi Dinding: Peluang Usaha Perlengkapan Rumah Tangga yang Menjanjikan
Omzet Melesat ke Puluhan Juta per Bulan
Kini Hexagon telah berkembang pesat. Produk-produk seperti anting, gelang, dan kalung dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp 175.000 hingga Rp 1 juta tergantung desain dan kompleksitasnya. Penjualan pun tak hanya di pasar lokal—Hexagon berhasil menembus pasar internasional, seperti Jepang, Australia, hingga Amerika (Chicago).
Dari yang awalnya hanya mencapai Rp 5–6 juta per bulan, sekarang omzet rata-rata berkisar Rp 12–15 juta per bulan, bahkan bisa mencapai Rp 30 juta di momen tertentu seperti pameran dan bazar besar.
Strategi Pasar & Ekspor
Salah satu kunci keberhasilan Hexagon adalah strategi pemasaran yang tepat. Zara menargetkan komunitas ekspat dan pasar luar negeri, karena banyak produk Hexagon yang diminati oleh pembeli dari Jepang, Eropa, hingga Amerika Latin. Kerja sama dengan event organizer yang menjangkau komunitas ini juga ikut membantu pertumbuhan penjualan.
Kunci Sukses Zara untuk UMKM Kreatif
Baca Juga: Peluang Bisnis Produksi Alas Mouse Kayu Custom: Inovasi Fungsional Bernilai Estetika Tinggi
Zara membagikan pesan inspiratif kepada para calon wirausahawan:
- Temukan passion dan fokus pada apa yang disukai
- Berani keluar dari pekerjaan tetap jika yakin dengan visi bisnis
- Pantang menyerah menghadapi tantangan
- Inovasi adalah kunci untuk bertahan dan berkembang
Menurutnya, jika usaha dilakukan berdasarkan kecintaan terhadap produk dan prosesnya, hasil yang diperoleh akan jauh lebih berarti.



