Pugur – #Bisnis #singkong #sering #dianggap #usaha #kecil #dengan #keuntungan #terbatas. Namun anggapan itu dipatahkan oleh kisah sukses seorang juragan singkong di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Berawal dari buruh bongkar muat, kini ia berhasil membangun bisnis distribusi singkong dengan omzet miliaran rupiah per tahun.
Kisah ini menjadi bukti bahwa peluang usaha dari sektor pangan tradisional masih sangat menjanjikan. Bahkan di tengah persaingan bisnis modern, komoditas sederhana seperti singkong mampu menjadi sumber kekayaan jika dikelola dengan strategi yang tepat.
Indonesia termasuk salah satu produsen singkong terbesar di dunia dengan produksi mencapai 18,3 juta ton pada tahun 2023.
Baca: 15 Peluang Usaha yang Tetap Cuan di Tengah Krisis Ekonomi Global, Modal Kecil Untung Besar

Awal Perjalanan Bisnis Singkong
Shodiq, pedagang singkong asal Demak, Jawa Tengah, memulai usahanya sejak tahun 1998. Pada masa awal merantau ke Jakarta, ia bekerja sebagai buruh bongkar muat di Pasar Induk Kramat Jati dengan penghasilan sangat kecil.
Dari pekerjaan tersebut, ia mulai belajar alur perdagangan hasil bumi, terutama singkong. Sedikit demi sedikit, uang hasil kerja dikumpulkan hingga memiliki modal sekitar Rp1 juta untuk mulai berdagang sendiri.
Keberanian mengambil risiko menjadi salah satu kunci suksesnya. Ia berani membeli hasil panen petani meski belum terlalu dikenal. Dari situlah reputasi baik mulai terbentuk.
“Bisnis kami berkembang dari kuping ke kuping,” ungkapnya dalam wawancara bersama detikFinance. Ia dikenal sebagai pengepul yang pembayaran kepada petani selalu lancar dan tepat waktu.
Dari 60 Ton Singkong per Hari Hingga Omzet Miliaran
Saat ini, bisnis singkong yang dijalankan Shodiq mampu mendatangkan sekitar 60 ton singkong setiap hari dari Lampung dan Sukabumi. Singkong tersebut dijual secara grosir maupun eceran ke wilayah Jabodetabek.
Harga jual singkong berkisar Rp2.800 hingga Rp3.000 per kilogram. Dari bisnis tersebut, ia mengaku mampu memperoleh keuntungan bersih hingga Rp3,6 miliar dalam satu tahun.
Kesuksesan itu tidak datang instan. Ia juga pernah mengalami kerugian besar akibat ditipu petani nakal hingga ratusan juta rupiah. Namun pengalaman pahit itu justru menjadi pelajaran penting dalam membangun usaha yang lebih kuat.
Kini usahanya berkembang pesat dengan pengiriman mencapai enam truk besar per hari serta mempekerjakan puluhan karyawan.
Mengapa Bisnis Singkong Sangat Menjanjikan?
Singkong merupakan bahan pangan yang selalu dibutuhkan masyarakat. Selain sebagai makanan pokok alternatif, singkong juga digunakan untuk berbagai industri seperti:
- Keripik singkong
- Tape singkong
- Tepung tapioka
- Makanan beku
- Pakan ternak
- Bioetanol
- Kuliner tradisional
- Bahan baku UMKM makanan ringan
Meningkatnya tren usaha camilan membuat permintaan singkong terus bertumbuh. Banyak pelaku UMKM kuliner membutuhkan pasokan singkong berkualitas dalam jumlah besar.
Tutorial Memulai Bisnis Singkong dari Nol
Bagi Anda yang tertarik memulai usaha singkong, berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan.
1. Tentukan Jenis Usaha Singkong
Pilih model bisnis yang ingin dijalankan:
- Penjual singkong mentah
- Distributor singkong
- Keripik singkong
- Tape singkong
- Singkong frozen
- Singkong keju
- Supplier restoran dan UMKM
Jika modal masih kecil, mulailah dari reseller atau pengepul kecil.
2. Cari Supplier atau Petani Langsung
Keuntungan terbesar biasanya didapat jika mengambil langsung dari petani. Bangun hubungan baik dan jaga kepercayaan.
Tips penting:
- Bayar tepat waktu
- Ambil rutin
- Transparan soal kualitas
- Jangan terlalu menekan harga petani
Strategi inilah yang membuat bisnis Shodiq berkembang dari promosi mulut ke mulut.
3. Pilih Lokasi Strategis
Jika menjual singkong mentah:
- Dekat pasar tradisional
- Dekat area UMKM
- Dekat pusat kuliner
Jika menjual olahan:
- Dekat sekolah
- Dekat kampus
- Dekat area wisata
- Marketplace online
4. Gunakan Media Sosial dan Marketplace
Promosi digital sangat penting. Gunakan:
- TikTok
- WhatsApp Business
- Shopee
- Tokopedia
Konten video proses panen, pengupasan, hingga penggorengan biasanya sangat menarik perhatian pengguna media sosial.
5. Hitung Modal dan Keuntungan
Contoh simulasi sederhana:
Modal awal:
- Singkong 100 kg: Rp300 ribu
- Minyak dan bumbu: Rp200 ribu
- Kemasan: Rp100 ribu
- Transportasi: Rp100 ribu
Total modal: Rp700 ribu
Jika diolah menjadi keripik dan dijual eceran, omzet bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta tergantung kualitas produk dan pemasaran.
Strategi Sukses Bisnis Singkong
Berikut beberapa strategi penting agar usaha singkong berkembang cepat:
Fokus pada Kualitas
Pilih singkong yang:
- Tidak pahit
- Segar
- Ukuran seragam
- Tidak terlalu tua
Bangun Relasi
Bisnis bahan pangan sangat bergantung pada jaringan dan kepercayaan.
Konsisten dalam Pengiriman
Pembeli besar biasanya mencari supplier yang mampu menjaga stok tetap stabil.
Berani Ambil Peluang
Dalam bisnis hasil bumi, harga bisa berubah cepat. Keberanian mengambil keputusan menjadi faktor penting.
Digitalisasi Transaksi
Shodiq mengaku kini mengandalkan aplikasi digital banking untuk seluruh transaksi bisnisnya. Hal ini membuat operasional menjadi lebih cepat dan aman.
Peluang Usaha Turunan dari Singkong
Selain menjual singkong mentah, ada banyak peluang usaha lain yang sangat potensial:
Keripik Singkong Pedas
Pasar camilan pedas masih sangat besar di Indonesia.
Singkong Keju Frozen
Produk frozen food terus meningkat peminatnya.
Tape Singkong Premium
Bisa dijual ke toko oleh-oleh hingga marketplace.
Tepung Tapioka
Permintaan industri makanan sangat tinggi.
Donat Singkong
Cocok dijadikan usaha rumahan kekinian.
Singkong Thailand
Menu dessert ini sangat populer di kafe dan restoran.
Tantangan Bisnis Singkong
Meski menguntungkan, bisnis ini juga memiliki tantangan seperti:
- Cuaca ekstrem
- Pasokan terganggu
- Harga naik turun
- Persaingan pasar
- Kerusakan stok
Karena itu, pelaku usaha harus memiliki manajemen stok dan jaringan supplier yang kuat.
Inspirasi untuk Calon Pengusaha
Kisah sukses juragan singkong ini membuktikan bahwa usaha besar tidak selalu dimulai dari modal besar. Ketekunan, keberanian mengambil peluang, serta menjaga kepercayaan pelanggan dan supplier menjadi fondasi utama dalam membangun bisnis.
Banyak pelaku usaha sukses di Indonesia juga memulai bisnis sederhana sebelum berkembang menjadi usaha bernilai miliaran rupiah.
Bagi Anda yang ingin memulai usaha dengan modal kecil namun memiliki potensi besar, bisnis singkong bisa menjadi salah satu pilihan terbaik saat ini.



