Profil Pengusaha Agatha Virdhi Saputra

Anak pengusaha akan menjadi pengusaha. Tetapi tidak sedikit beralih profesi memilih jalan karir sendiri. Kita sebut kisah Agatha Virdhi Saputra. Alumni Insititut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Jember ini akhirnya memilih budidaya jamur daripada berdagang.
Ahli Bioteknologi
Terus berkembang menyebar ke toko- toko makanan sekitar Jember, Jawa Timur. Investasi selenjutnya ialah Rp.35 juta. Ia lantas mendirikan CV. Agatha Pratama sejak 2014. Pusat bisnisnya berada di Griya Mangli AJ 9 Jember, Jawa Timur. “…hampir bangkrut karena minimnya pengetahuan dalam hal pemasaran produk,” kenangnya.
Pemuda kelahiran Jember, 28 Agustus 1989, telah memiliki puluhan karyawan membantu. Aset perusahaan milik Virdhi tidak kurang Rp.113 juta. Dia telah jatuh bangun memasarkan bumbu masak bernama MyCo ini. Sekarang rumah masyarakat dan rumah makan di Jember telah beralih ke bumbu masak Argi. Mereka tidak perlu membeli barang impor.
Selain itu dia didukung pula oleh komunitas vegetarian. Memberikan harapan baru bagi dirinya serta petani jamur binaan. Yah, untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat, dia meminta dukungan petani jamur di seluruh penjuru. Mereka menjual jamur ke Virdhi dengan harga kompetitif. Secara tidak langsung dia telah membantu.
Ia membantu petani agar harga jamur kompetitif. Disisi lain dia mampu mengembangkan jamur tiram bahkan dijadikan minuman teh. Dia membeli langsung jamur tanpa tengkulak. Dengan omzetnya per- bulan rata- rata sampai Rp.19 juta sampai Rp.25 juta. Mengikuti perkembangan dunia soal healthy food, kini, Virdhi menjadi juragan jamur.
Virdhi tidak berpikir seperti kebanyakan. Jika orang berbisnis kuliner jamur tetapi tidak buat dia. Dia dibantu 20 karyawan dan memiliki 3 bidang usaha berbeda: Pembibitan, pengolahan, serta konsultan usaha jamur. Ini lantas disebutnya perusahaan CV. Agatha Pratama Food & Marketing.
Harga jual dari bumbu masak jamur MyCo Rp.100.000, dan teh jamur seharga Rp.115.0000, untuk setiap kemasan 150gram. Ia mampu menjual sekitar 500 botol. Virdhi sendiri masih menyimpan hasrat mengekspor produknya sampai ke Singapura. Berkat kegigihannya itulah, dia mendapatkan penghargaan Shell LiveWIRE Businss Star-Up Award 2014.
Kemenangan lain disusul Wirausaha Muda Pemula 2015 oleh Kemenpora. Kemenangan tersebut membawa spirit baru berusaha. Bisnis Agatha Virdhi Saputra, S.Pd diharapkan menjadi penyemangat pemuda, serta ini menjadi satu inspirasi pergerakan ekonomi daerah.