Artikel Bisnis Kisah Aburizal Bakrie

Dari sumber tidak terduga lantas sosoknya menceritakan kisah hidupnya. Aburizal Bakrie pernah hidup miskin melebihi pengemis. Dia lebih miskin dari para pengemis jalanan. Pada suatu acara di Universitas Islam As Syafiiyah, dia ditanya salah satu santri mengenai sepak terjangnya dulu.
Bisnis Tanpa Modal
Buatlah rencana kemudian buatlah tabel. Yang terpenting kamu harus menjalankan rencana tersebut. Ia berkata doa itu sangat perlu. Tapi perencanaan juga perlu. Doa saja tanpa ada perencanaan maka Ical merasa tidak akan berhasil.
Ical mengenan ketika dirinya masih berkuliah. Dia akan membuat jadwal, pertama bangun buat sholat Subuh, dilanjut latihan karate, kemudian tidur lagi sampai pukul 10. Dia akan bangun pukul 11 buat belajar. Perencanaan akan membantu kamu menyelesaikan semua dengan baik.
Begitupula ketika Ical telah tercatat sebagai orang terkaya Indonesia. Dia mampu menyelesaikan 10 tugas dalam sehari. Mulai dari mengurusi perusahaan, memimpin partai, mengikuti seminar, pukul sekian menjadi pembicara…. “Kadang 10 masalah bisa saya selesaikan setiap hari,” tuturnya.
Banyak pengusaha muda mengeluh mengenai uang. Mereka merasa tidak memiliki modal. Banyak orang tidak mau memulai usaha karena tidak punya modal. Pengeluh ini juga mengaggap Ical enak, bapaknya pengusaha, maka dirinya diberkahi dengan modal usaha.
Padahal dia tidak memiliki uang disaat memulai usaha. Disaat Ical akan membeli Kaltim Prima Coal (KPC), Ical mengaku juga tidak memiliki dana. Maka Ical menawarkan calon kontraktor kerjasama yang menguntungkan. Dia menegosiasi agar calon kontraktor mau memberinya dana.
Ical juga mendatangi bank mengatakan hal sama. Dari uang pinjaman itulah, Ical membeli KPC dan membesarkan menjadi perusahaan ternama. Kamu jangan pernah bicara tidak memiliki dana. Uang akan datang ketika ide besar ditambah kesempatan terlihat.
Billa Gates juga tidak memiliki uang, tetapi dia memiliki ide bagus. Dia tidak lulus kuliah, bukan anak orang kaya, tetapi dari garasinya dia mampu menciptakan Microsoft. Misal kamu memiliki ide tetapi cuma menghasilkan 10%, tidak masalah daripada tidak melakukan sama sekali atau 0%.
Biasakan kamu tidak melihat rejeki orang, jangan lihat keuntungan orang lain, tetapi urusi kantong kamu sendiri. Karena ketika kamu memulai usaha pastilah banyak masalah. Itu kan memang bagian dari hidup kita yang akan terus datang.
“Saya sendiri juga pernah menghadapi masalah saat krisis ekonomi 1997-1998. Saat itu keadaan perekonomian sulit, semua pengusaha dan perusahaan juga sulit. Saat itu saya jatuh miskin, bahkan saya jauh lebih miskin dari pengemis. Ini karena saya memiliki hutang yang sangat besar. Hutang saya saat itu sekitar USD 1 miliar,” tuturnya.
Biasanya mereka teman- teman, sahabat, dan rekan akan menjauh. Disaat sulit itulah, kamu harus tidak menunjukan wajah terpuruk. Kamu jangan perlihatkan tengah gelap melihat masa depan. Ayah Ical, Achmad Bakrie sendiri, yang mengajarkan itu jangan biarkan dirimu di tempat gelap.
Jangan terjebak karena bayangan pun akan meninggalkan mu. Tegar hadapi kesulitan dengan optimis masa depan. Kamu jangan tunjukan keterpurukan. Berkat tersebut Ical ditunjuk menjadi ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) kedua kalinya.
Padahal dia tengah menyimpan hutang begitu banyak. Kalau dia tunjukan keterpurukan, tentu kolega bisnisnya akan mengangkap itu dan gagal menjadi ketua. “Kalau saat itu saya tunjukan keterpurukan, mana mungkin mereka memilih saya,” ucap Ical menambahkan.
Ketika kamu terpuruk maka bangkit kembali. Kamu harus menemukan jalan. Jika tidak bangkit maka tidak akan seperti Aburizal Bakrie. Dia rela melepaskan saham dari 55% perusahaan menjadi cuma 2,5%. Ical juga ngotot mencari pinjaman kesana- kemari termasuk ke bank.
Tahun 2001 dirinya telah melihat titik terang kebuntuan. Kebangkitan Ical mampu melunasi hutang yang bernilai Rp.1 triliunan itu. Bisnis perusahaan kembali normal karena tidak terbebani. Dalam kalimat penutupnya, pada acara seminar tersebut Ical Bakrie menyampaikan kisah Colombus.
Suatu saat Colombus menantang orang- orang mendirikan telur. Tidak ada satupun mereka mampu mendirikan telur. Kemudian Colombus maju, memecahkan bagian bawah telurnya, alhasil berdirilah si telur karena bawahnya pecah. “Ah kalau begitu saya juga bisa,” ucap orang- orang tersebut melihat.
Ical menyamakan dirinya sebagai Colombus. Dia menunjukan cara bagaimana kamu berusaha. Lalu kamu akan berusaha dan sukses, kemudian mengatakan ucapannya benar. “Saya senang anda sukses, karena semakin banyak orang sukses, semakin maju bangsa ini,” tutupnya.