Pugur.com – #Usaha #budidaya #cacing #tanah #sering #dipandang #sebelah #mata, #padahal #permintaannya #stabil dan #pasarnya #luas. Modalnya relatif kecil, perawatannya mudah, dan bisa dilakukan di lahan sempit sekalipun. Di balik bentuknya yang sederhana, cacing tanah punya nilai ekonomi tinggi di berbagai sektor — dari pertanian sampai industri farmasi.
Baca juga: Usaha Produksi Rak Sendok & Garpu: Peluang Bisnis Dapur Sederhana yang Menjanjikan

Kenapa Usaha Cacing Tanah Menjanjikan?
Beberapa alasan kenapa bisnis ini layak dilirik:
✅ Permintaan pasar terus ada
✅ Tidak butuh lahan luas
✅ Pakan mudah dan murah
✅ Perawatan relatif sederhana
✅ Panen cepat (1–2 bulan sudah bisa panen)
✅ Bisa dijalankan skala rumahan
Cacing tanah bukan hanya dijual sebagai hewan hidup, tapi juga dalam bentuk olahan seperti tepung cacing, pupuk kascing (bekas cacing), hingga bahan obat tradisional.
Jenis Cacing yang Umum Dibudidayakan
- Lumbricus rubellus
Paling populer untuk budidaya. Cocok untuk pupuk kascing dan bahan obat. - Eisenia fetida
Sering disebut cacing merah. Cepat berkembang biak dan bagus untuk pengurai sampah organik.
Cara Budidaya Cacing Tanah untuk Pemula
1️⃣ Menyiapkan Kandang
Kandang tidak harus mahal. Bisa pakai:
- Kotak kayu
- Bak semen
- Rak bertingkat
- Ember besar atau boks plastik
Syarat kandang:
- Tidak terkena sinar matahari langsung
- Lembap tapi tidak becek
- Sirkulasi udara baik
2️⃣ Menyiapkan Media Ternak
Media ideal berupa bahan organik yang sudah setengah membusuk, seperti:
- Kotoran sapi/kambing yang sudah difermentasi
- Jerami lapuk
- Daun kering
- Kompos
Media harus lembap (kadar air ±60%), tidak berbau menyengat, dan tidak panas.
3️⃣ Memasukkan Bibit Cacing
Tebarkan bibit cacing di atas media, lalu tutup tipis dengan bahan organik.
Bibit awal yang umum: 1 kg cacing untuk 1 m² media.
4️⃣ Pemberian Pakan
Pakan cacing berasal dari limbah organik, misalnya:
- Sisa sayuran
- Ampas tahu
- Kulit buah
- Kotoran ternak fermentasi
Pakan diberikan setiap 3–5 hari, jangan berlebihan agar tidak membusuk.
5️⃣ Perawatan Harian
✔ Jaga kelembapan media (semprot air bila kering)
✔ Hindari genangan air
✔ Lindungi dari semut, tikus, dan ayam
✔ Pastikan suhu ideal 20–30°C
Masa Panen dan Hasil
Dalam waktu 40–60 hari, cacing sudah berkembang biak dan siap panen.
Yang bisa dijual:
- Cacing hidup – untuk pakan ternak & budidaya baru
- Kascing (kotoran cacing) – pupuk organik premium
- Cacing kering/tepung cacing – bahan obat & pakan
Perkiraan Keuntungan Usaha Cacing Tanah
Contoh skala kecil:
| Keterangan | Estimasi |
|---|---|
| Bibit awal 5 kg | Rp1.500.000 |
| Media & kandang | Rp1.000.000 |
| Total modal awal | Rp2.500.000 |
Dalam 2–3 bulan, populasi bisa berkembang 2–3 kali lipat.
Hasil panen:
- 10–15 kg cacing × Rp80.000/kg = Rp800.000 – Rp1.200.000
- Kascing ±100 kg × Rp2.000/kg = Rp200.000
➡ Potensi omzet per siklus: Rp1.000.000 – Rp1.400.000
➡ Modal bisa kembali dalam beberapa siklus saja
Semakin besar skala, margin makin terasa karena pakan nyaris gratis.
Target Pasar Cacing Tanah
Pasarnya ternyata luas banget:
🎯 Petani & penghobi tanaman (pupuk kascing)
🎯 Peternak ikan & lele (pakan alami)
🎯 Peternak burung & reptil
🎯 Toko pancing (umpan)
🎯 Pabrik obat herbal & farmasi
🎯 Pabrik pakan ternak
Cara Pemasaran yang Efektif
🔹 1. Jual Online
Manfaatkan:
- Facebook Marketplace
- Grup Facebook petani & peternak
- Shopee / Tokopedia
- WhatsApp Business
🔹 2. Kerja Sama Langsung
Datangi:
- Toko pertanian
- Toko pakan ternak
- Komunitas pemancing
- Peternak ikan lokal
🔹 3. Edukasi Pasar
Banyak orang belum tahu manfaat kascing. Buat konten:
- Video sebelum–sesudah tanaman pakai kascing
- Testimoni petani
- Edukasi pupuk organik
Semakin pasar paham manfaatnya, semakin mudah menjual.
Kelebihan Usaha Cacing Tanah
✔ Tidak berisik & tidak bau jika benar
✔ Bisa dijalankan di pekarangan rumah
✔ Ramah lingkungan
✔ Mengubah sampah organik jadi uang
✔ Pasar tidak musiman
Baca Juga: Permen Jahe Indonesia Tembus Pasar Global: Peluang Usaha, Strategi Pemasaran & Cara Membuatnya
Kesimpulan
Budidaya cacing tanah adalah usaha sederhana tapi berpotensi besar. Dengan modal kecil, lahan sempit, dan pakan murah, kamu sudah bisa memulai bisnis yang menghasilkan rutin. Kuncinya ada di konsistensi perawatan dan aktif mencari pasar.
Kalau dikelola serius, usaha ini bisa berkembang dari skala rumahan jadi pemasok besar pupuk organik dan pakan alami.



