Profil Pegawai BUMN Jadi Pengusaha

Menjadi pengusaha boneka lucu ternyata mengasyikan. Begitu pikir pria berkacamata, yang relakan pekerjaan mapan di sebuah perusahaan milik negara. Dia mau jadi pengusaha. Dalam sebuah episode di Kick Andy, kamu mungkin pernah melihat profilnya, rasa salut terasa buat bapak
Usaha Mainan
Menjadi orang gajian seperti dirinya pastilah tak mudah beralih dari pegawai (apalagi BUMN) menjadi pengusaha. Apalagi bisnisnisnya berjualan boneka untuk pria setengah baya seperti dirinya, aneh, pasti berasa aneh gimana gitu tetapi it’s work.
Kemudian bekerja di BUMN di PT. Permodalan Nasional Madani selama 11 tahun. Dia telah menjadi orang bergaji Rp.7- 10 juta. Awal mengenal wirausaha sebenarnya sudah sejak tahun 2005. Dimana dia pernah menjadi salah satu mitra waralaba mie ayam.
“Saya beli bisnis itu dengan harga Rp.10 juta dan saya jual Rp.25 juta, saya untung Rp.15 juta,” jelasnya.
Dulu, disaat bekerja di BUMN, ada kawannya yang juga aktif “nyambi” pengusaha. Sang kawan terlihat tengah kwalahan menjual dagangan. Saat itu, Dewanto sudah cukup lama mengamati bisnis online dan sudah cukup ahli. Lantas dibantunya sang kawan membuat toko online.
Menurut pengamatan banyak orang mencari barang di mesin pencari. Oleh karena itu setelah mantap dicarilah kata apa yang paling diminati dibeli. Satu kata ditemukan yaitu “boneka”. Segeralah dibangun tiga situs www.bonekalucu.com, www.bonekabesar.com, dan www.bonekabear.com.
Pengusaha Boneka
“Selama wanita masih bisa melahirkan, bisnis boneka cerah,” katanya.
Memulai bisnis boneka sejak 2009 -an. Semakin lama semakin mantap menatap bisnisnya. Aneka boneka telah dijual lewat toko online. Target eceran sampai grosiran disanggupinya. Pembelian juga tidak terbatas untuk hadiah tapi juga kebutuhan promosi.
Dan, terus berkembang, bahkan di tahun 2011 saja, sudah Rp.100 juta dan lebih.
“…target saya tahun 2012 adalah lebih meningkat dari Rp 100 juta rupiah,” lanjut Dewanto.
“Selain itu, waktu pemesanannya pun kadang sangat mepet,” katanya.
Dewanto masih menerima permintaan boneka korporasi. Tentu melalui peningkatan produktifitas, termasuk bersama teman- teman lain membuka gerai baru di sejumlah daerah. Gerai tersebut akan memenuhi kebutuhan boneka anak dan mainan lain.
Jumlah penjualan meningkat membuatnya semakin bersemangat. Ditambah beberapa mitra pemasok dan pabrik yang memproduksi boneka. Ada 12 mitra tercatat menjadi bagian dari usahanya. Mereka siap untuk mensuplai kebutuhan boneka.
Ciri fisik boneka yang berkualitas menurutnya, yaitu jika dipencet tangan bentuk boneka segera kembali ke bentuk semula. Penjualan boneka juga mengikuti trend. Ambil contoh warna merah laris di tahun baru China. Warna pink atau merah muda laris memasuki hari Valentine.
Cukup melelahkan sampai perasaan tidak enak itu muncul dan akhirnya Dewanto keluar.
“Apalagi saya sempat menerima surat peringatan (SP) dari atasan.Saya selalu ikhlas ketika dapat SP, karena memang sering telat kalau ordernya lagi banyak. Saya juga kerap meminta ijin” kenang Dewanto.
Oleh karenanya ketika surat peringatan muncul, Dewanto sudah siap untuk kemungkinan terburuk. Tercatat sudah ada 440 pelanggan eceran, 34 pelanggan grosir, 15 perusahaan, itu di tahun 2009 sampai 2012 saja.
Tahun 2009- 2012 pasaran lokalnya meningkat pesat seiring sadar eCommerce. Boneka miliknya juga aktif mengikuti trend teknologi. Seperti baru- baru ini menggarap boneka emoticon blackberry. Cuma dibantu 10 karyawan usaha yang terlihat kecil menghasilkan Rp.10 juta sekali pesan.