Profil Pengusaha Aplikasi Carlos Ribas

Bekerja lebih dari dua tahun menjadi developer perusahaan. Apa Carlos Ribas akan memilih menjadi pengusaha. Tibalah waktu ketika atasan Carlos memanggil ke kantor. Sang atasan berkata ke Carlos, “Kamu seharusnya membuat satu aplikasi iPhone!”
Ingatanya kembali ke 2009, ketika seorang teman Ethan Nicholas sukses besar membuat aplikasi. Bayangkan berbekal kemampuan membuat aplikasi. Ethan mampu keluar dari pekerjaan keseharian dan menjadi kaya. Carlos menyebut taman itu membut game tanpa tau sistem Objective- C.
Cuma berbekal game lite bernama iShoot. Pengusaha Ethan mampu menghasilkan jutaan dollar.
Pengusaha Kaya Karena Software
Insting entrepreneurnya tidak puas. Dia ingin menambahkan fitur baru. Ingin HoursTracker menjadi bisnis serius. Kemudian entrepreneur ini membuat website khusus dan mendaftar AppFigures. Ia terobsesi akan ranking, penjualan harian, dan review di situs AppFigures ini.
Penghasilan mingguan Carlos terus tumbuh dari bisnis aplikasi. Situs Lifechacker lantas memberikan penghargaan menjadi alat tracking pilihan di iPhone. Apple bahkan membuat video untuk aplikasi buatan Carlos. Ranking aplikasinya dibawah Angry Bird ketika masih jaya- jayanya.
Enam tahun kemudian semua belum berubah. Carlos masih bekerja 20 jam di perusahaan atasannya di NET Development. Bedanya dia mengerjakan HoursTracker sebagai sampingan. Bekerja menjadi pegawai tidak membuatnya puas. Jujur semakin waktu dia menghasilkan lebih dari gaji didapatnya bekerja.
Dia bisa mengerjakan ini aman. Karena Carlos tidak punya kenala pers. Aplikasi dia juga tidak ada di halaman depan Apple Store. Komunitas developer juga tidak mengenal dia. Carlos mengerjakan itu santai karena dia tidak mendapatkan tekanan dan sorotan.
Untuknya berbisnis aplikasi menyenangkan. Banyak hal bisa dikembangkan di Apple Store. Adalah satu gebrakan hidup baginya. Merubah banyak arah hidup Carlos ke depan. Carlos mendeskrispsikan dirinya menjadi indie developer. Dia aktif belajar dari blog, mendengarkan podcast, tetap update di industri ini.
Dia mulai belajar konsep freemium. Gaya bisnis teknologi aplikasi gratis. Konsep freemium kala itu, tahun 2010 -an, masih merupakan hal baru terutama di bisnis aplikasi. Kenyataan bahwa orang lebih memilih aplikasi gratis. Ketika itu menjadi developer kala itu mencoba membuat aplikasi semurah mungkin.
“Ayolah! itu hanya seharga tidak lebih dari secangkir kopi,” ia mendeskripsikan bisnis kala itu.
Sebenarnya itu bukan persamaan baik. Karena ketika orang minum kopi mereka tau apa yang mereka beli setiap pagi. Faktanya, orang tidak akan membeli tanpa jaminan bahwa itu produk bagus, maka ini bukan soal harga melainkan user experience.
Developer lantas mengembangkan konsep trial hingga uang kembali. Sebelum jaman freemium jadi seperti sekarang. Teknik marketing ini terbukti mendekatkan pembeli dan pemilik retail. Maka diluar Apple Store mereka menyiapkan layanan tambaha termasuk servis.
Sayangnya, tidak semua developer sukses menjual dengan gaya trial ini. Berjalan waktu hal seperti demo, trial, atau test ditolak Apple Store. Mereka mencoba memberikan servis terbaik mereka bagi kita pengguna. Lalu nasib developer tinggal mengikuti aturan yang ada dan merubah cara bisnis.
Sejak itu model bisnis berubah dari memberikan ruang iklan, data mining, atau uang virtual. Ya, para developer sekarang menjual produk mereka di dalam aplikasi. Cara berbisnis harus menyesuaikan ke arah kebutuhan kostumer. Beruntung ketika itu Carlos masih memiliki pekerjaan tetap sambil bisnis.
Menaruh iklan di aplikasi merupakan solusi. Maka HourTrackers mulai mengeluarkan iklan. Cara dia bagaimana orang bisa berlama- lama di aplikasi, hingga waktu iklan tampil cukup. Sayangnya tidak semudah itu membuat pengguna membaca iklan atau sekedar meluangkan waktu lama.
Jika developer ingin menghasilkan uang lebih, maka butuh layanan upgrade hingga layanan servis. Dan perlu kamu tau iklan tidak membuat orang mau upgrade. Akhirnya konsep upgrade hingga orang bisa menjalankan aplikasi tanpa iklan tidak efektif.
Cara lain developer ialah menjual produk digital. Virtual Account atau uang virtual untuk membeli benda digital tambahan. Mungkin kamu bisa menjual layanan halaman tambahan, tombol lebih besar, atau apapun untuk meningkatkan performa pengguna aplikasi.
Hanya jika aplikasi kamu lebih unggul dibanding aplikasi kompetitor. Orang membayangkan menjadi developer mudah. Kenyataanya sangat sulit membuat orang setia pada satu aplikasi. HoursTracker memberikan layanan semua. Memberikan waktu jeda hingga menjual sesuatu dan mungkin dibeli.
Kebanyakan orang sekarang bereksperimen mencoba. Mereka mencoba aplikasi sebentar. Semakin ke sini, developer mulai belajar membaca pasaran, mencari tau apa yang membuat pengguna tetap setia memakai aplikasi dan membuka aplikasi.
Dalam seminggu orang bisa mencoba berbagai aplikasi baru. Tujuan developer sekarang adalah cara membuat produk berkualitas. Tujuannya agar pelanggan setia sampai membeli sesuatu. Saran dari seorang Carlos untuk developer baru: Coba promosi harga jika mungkin harga rendah bisa menjual.
Karena faktanya, penghasilan 36% miliknya datang dari aplikasi lama berbayar, jadi di Apple Store ada dua versi HoursTracker sebelum konsep freemium dan sesudah. Jika menaikan harga lebih baik maka lakukan itu ke percobaan berikutnya. Jangan bertahan pada satu harga itulah ide dari berbisnis ala Carlos.
HoursTracker menjadi aplikasi lama yang bertahan. Setiap aplikasi berbeda, yang mungkin sama adalah passion kita tarus di sana. Berbisnis aplikasi harus memiliki kecekatan dan strategi. Menurut dia, developer Indie sangat menjanjikan sebagai bisnis di App Store hari ini. Cobalah.
Sumber: medium.com