Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai
jenis liar
Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Di Indonesia, yang dibudidayakan
mulai abad ke–17 sebagai tanaman
makanan dan pupuk hijau. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke
negara–negara lain di
Amerika dan Afrika.
Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar
dapat dibagi
menjadi 2 kelompok manfaat utama, yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak
kedelai.
Dalam
bentuk protein kedelai dapat
digunakan sebagai bahan industri
makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue–kue, permen dan daging nabati serta
sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas, cat cair, tinta cetak
dan tekstil.

Sedangkan olahan dalam bentuk
minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri
makanan dan non makanan. Industri makanan dari
minyak kedelai yang digunakan
sebagai bahan industri
makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan
minyak goreng, margarin dan bahan lemak lainnya. Sedangkan
dalam
bentuk lecithin dibuat antara lain:
margarin, kue, tinta, kosmetika, insectisida dan
farmasi.
Di salah satu negara bagian Amerika Serikat, terdapat areal pertumbuhan kedelai
yang sangat luas sehingga menghasilkan 57 % produksi kedelai dunia. Di Indonesia, saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang tidak banyak mengandung air, seperti
di
pesisir Utara Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Utara
(Gorontalo), Lampung, Sumatera Selatan dan Bali.
Panduan Lengkap Budidaya Kedelai dapat di download lewat tombol di bawah ini.




