Pugur.com – #Bisnis #laundry di #Indonesia #diprediksi #akan #terus #menguntungkan dan #tumbuh #signifikan di 2026, #seiring #dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin sibuk dan mencari layanan praktis. Selama kebutuhan mencuci pakaian tidak pernah hilang, peluang usaha laundry tetap terbuka lebar bagi siapa pun yang siap berinovasi dan menyesuaikan diri dengan tren terbaru.
Baca juga: Bisnis Meja Rias Mini

1. Potensi Bisnis Laundry di Indonesia
Menurut CEO Apique Group, Apik Primadya, bisnis laundry adalah jasa yang tidak akan lekang oleh waktu karena setiap orang pasti membutuhkan layanan mencuci pakaian. Pasar laundry terus tumbuh, terutama di kota besar di mana waktu menjadi komoditas berharga dan konsumen lebih memilih menyerahkan urusan mencuci kepada pihak profesional.
Selain itu, data dari Asia Pasifik menunjukkan bahwa jumlah outlet laundromat self-service telah meningkat hingga 18.000 unit, dengan pertumbuhan sebesar 60% dalam empat tahun terakhir, dan Indonesia termasuk negara dengan adopsi tertinggi di kawasan ini.
Baca Juga: Bisnis Rak Galon Dorong: Peluang Manis di Celah Kebutuhan Rumah Tangga
2. Tren Utama Bisnis Laundry 2026
Digitalisasi & Layanan Online
Konsumen modern sekarang mengharapkan kenyamanan tinggi. Layanan laundry berbasis aplikasi yang menawarkan fitur pemesananan online, penjemputan dan pengantaran, serta pelacakan status pencucian menjadi tren yang tidak bisa diabaikan. Digitalisasi ini bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga memperluas jangkauan pasar dan mempermudah operasional.
Laundromat Self-Service Modern
Model laundromat tanpa staf yang dibuka 24 jam dengan fasilitas Wi-Fi, vending machine, dan area nyaman menjadi favorit pelanggan urban. Laundromat jenis ini cocok untuk pekerja, mahasiswa, dan keluarga muda yang ingin mencuci sendiri tanpa antrian panjang.
Konsep Hybrid: Self-Service + Full Service
Strategi hybrid semakin populer, di mana satu lokasi menawarkan dua layanan sekaligus: pelanggan bisa memilih mencuci sendiri atau menggunakan layanan full service. Model ini memberi fleksibilitas lebih besar sekaligus meningkatkan potensi pendapatan.
Segmen Premium & Niche Market
Pelayanan laundry premium yang fokus pada pakaian branded, pakaian kerja profesional, atau loundry untuk hotel dan resort memiliki margin lebih tinggi. Segmen ini diminati konsumen yang mengutamakan kualitas hasil cucian dan layanan eksklusif.
Eco-Laundry & Sustainability
Kesadaran terhadap lingkungan (green economy) membuat banyak pemilik laundry menerapkan konsep ramah lingkungan seperti penggunaan mesin hemat energi, deterjen biodegradable, dan manajemen air efisien. Laundry berkonsep hijau ini tidak hanya menarik pelanggan yang peduli lingkungan, tetapi juga bisa menjadi nilai jual premium.
3. Strategi Sukses untuk Pelaku Usaha Laundry
Teknologi & Manajemen:
Gunakan perangkat lunak manajemen laundry, sistem kasir digital, dan pelacakan pesanan online untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Pemasaran Digital:
Optimalkan promosi melalui media sosial, SEO, marketplace, dan iklan online agar bisnis laundry lebih dikenal oleh target pasar.
Kualitas Layanan:
Kecepatan, hasil cucian yang bersih rapi, serta layanan pelanggan yang responsif sangat penting untuk membangun reputasi dan loyalitas pelanggan.
Ekspansi Pasar:
Selain area perkotaan besar, kota tier-2 dan daerah kos, apartemen, serta fasilitas komersial merupakan target potensial untuk membuka outlet baru.
Baca Juga: Bisnis Tatakan Galon Anti-Licin untuk Rumah Tangga
4. Kesimpulan
Bisnis laundry di Indonesia diperkirakan tetap menjadi peluang usaha yang menjanjikan di 2026 dengan berbagai tren yang mendukung pertumbuhan, mulai dari digitalisasi, layanan self-service, konsep hybrid, hingga fokus pada kualitas dan sustainability. Pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan tren ini kemungkinan besar akan memetik keuntungan jangka panjang.



