Pugur – Di #tengah #derasnya #perkembangan #bisnis kuliner, #perkantoran, #sekolah, #rumah #ibadah, #hingga pusat perbelanjaan, kebutuhan akan reklame dan huruf timbul semakin meningkat. Peluang inilah yang berhasil dimanfaatkan oleh Rohedi, seorang perajin huruf timbul di kawasan pinggir Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur.
Perjalanan Rohedi menjadi salah satu contoh nyata bahwa keberanian meninggalkan zona nyaman dan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Dari seorang pegawai bank yang merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan, ia kini sukses membangun usaha reklame huruf timbul dengan omzet yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Baca: Kisah Sukses Korban PHK Jadi Pengusaha Sembako: Modal Pesangon dan KUR Mengubah Hidup Adi Wijaya
Awal Mula Beralih dari Dunia Perbankan
Rohedi yang akrab disapa Edi pernah bekerja sebagai marketing bank selama sekitar enam tahun. Namun, rutinitas pekerjaan yang dirasakannya monoton membuatnya memutuskan untuk mencari jalan hidup baru.
Keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Setelah keluar dari pekerjaannya, Edi sempat kebingungan menentukan usaha yang akan dijalankan. Beruntung, ia memiliki keterampilan membuat reklame yang diwariskan keluarganya sejak lama. Berbekal kemampuan tersebut, ia kembali menekuni dunia kerajinan logam bersama kerabatnya sebelum akhirnya menerima pesanan secara mandiri.
Bisnis Huruf Timbul yang Terus Berkembang
Seiring waktu, kualitas pekerjaan dan pelayanan yang baik membuat pesanan datang silih berganti. Pelanggan Edi berasal dari berbagai kalangan, mulai dari bank, kantor, sekolah, masjid, restoran, hingga kafe.
Produk yang dibuatnya juga sangat beragam. Ia mampu mengerjakan huruf timbul berukuran kecil sekitar 5 sentimeter hingga proyek besar untuk gedung bertingkat dengan ukuran mencapai 3,5 meter.
Harga jasa yang ditawarkan bervariasi tergantung ukuran dan material yang digunakan. Untuk setiap sentimeter huruf timbul, tarif yang dipatok berkisar antara Rp5.000 hingga Rp30.000. Dengan sistem tersebut, nilai proyek yang diterima bisa sangat besar terutama untuk pesanan perusahaan atau bangunan komersial.
Baca: 20 Tahun Bertahan dengan Usaha Bakso Giling, Inspirasi Peluang Bisnis Kuliner yang Tak Pernah Sepi
Omzet Bisa Mencapai Rp170 Juta
Salah satu hal yang menarik dari usaha ini adalah potensi keuntungannya yang cukup besar. Menurut Edi, pendapatan bulanan memang tidak selalu sama karena bergantung pada jumlah pesanan yang diterima.
Namun ketika memperoleh proyek besar, omzet yang dihasilkan bisa mencapai sekitar Rp170 juta untuk pengerjaan selama beberapa bulan. Pendapatan tersebut menunjukkan bahwa bisnis kreatif berbasis keterampilan masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan di Indonesia.
Tantangan Menjalankan Usaha Reklame
Seperti bisnis lainnya, usaha huruf timbul juga memiliki berbagai tantangan. Edi mengaku pernah menghadapi revisi berulang dari pelanggan hingga kasus pelanggan yang membatalkan pesanan.
Meski demikian, ia tetap berusaha menjaga kepercayaan konsumen dengan menyelesaikan setiap pekerjaan secara maksimal. Komitmen terhadap kualitas dan tanggung jawab menjadi salah satu kunci yang membuat usahanya tetap bertahan dan berkembang hingga saat ini.
Kawasan Pengrajin Logam yang Bertahan Sejak Tahun 1970-an
Menariknya, lokasi tempat Edi bekerja bukanlah kawasan biasa. Daerah tersebut telah dikenal sebagai sentra pengrajin logam sejak tahun 1970-an.
Awalnya masyarakat setempat banyak memproduksi peralatan rumah tangga seperti kompor. Seiring perubahan zaman, sebagian pengrajin beradaptasi dengan memproduksi reklame dan huruf timbul yang memiliki permintaan pasar lebih besar.
Keahlian tersebut diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi sehingga menciptakan ekosistem usaha yang tetap bertahan hingga sekarang.
Dukungan Modal Menjadi Faktor Penting
Dalam menjalankan usaha, ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting. Keluarga Edi juga menjalankan usaha pemasokan bahan mentah seperti aluminium, plat logam, dan timah untuk memenuhi kebutuhan para pengrajin di kawasan tersebut.
Untuk memperkuat modal usaha dan menjaga ketersediaan stok bahan baku, mereka memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dukungan pembiayaan ini membantu pengusaha kecil mengembangkan bisnis dan memenuhi pesanan dalam jumlah besar.
Peluang Usaha Huruf Timbul Masih Sangat Menjanjikan
Pertumbuhan bisnis modern di Indonesia terus mendorong kebutuhan akan media promosi visual. Restoran, kafe, toko retail, kantor, sekolah, hingga tempat ibadah membutuhkan papan nama dan identitas visual yang menarik.
Kondisi tersebut membuat bisnis huruf timbul memiliki prospek cerah untuk jangka panjang. Dengan modal keterampilan, kreativitas, serta pelayanan yang baik, usaha ini dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi pelaku UMKM maupun pengusaha pemula.
Pelajaran Berharga dari Kisah Rohedi
Kisah sukses Rohedi memberikan banyak pelajaran bagi calon pengusaha:
- Berani keluar dari zona nyaman.
- Memanfaatkan keterampilan yang dimiliki.
- Menjaga kualitas produk dan layanan.
- Konsisten menghadapi tantangan bisnis.
- Memanfaatkan akses pembiayaan usaha dengan bijak.
- Terus beradaptasi mengikuti kebutuhan pasar.
Perjalanan dari seorang pegawai bank menjadi perajin huruf timbul sukses membuktikan bahwa peluang usaha bisa datang dari keahlian yang sering dianggap sederhana. Dengan kerja keras dan ketekunan, usaha kreatif seperti reklame huruf timbul mampu menghasilkan omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah.



