Pugur – #Peluang #usaha #bisa #datang #dari #mana #saja, #bahkan #dari #sesuatu #yang #selama #ini #dianggap #tidak #bernilai. Salah satu contohnya adalah limbah tali kapal yang mengapung di perairan Selat Makassar. Di tangan orang yang kreatif, sampah tersebut justru berubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.

Kisah inspiratif ini datang dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Balanipa di Kampung Badak Baru, Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mereka berhasil mengolah limbah tali kapal bekas menjadi tali rumpon yang banyak dibutuhkan para nelayan.
Berawal dari Tumpukan Limbah Laut
Ide usaha tersebut muncul dari Hasabudin, Ketua KUBE Balanipa. Setelah menyelesaikan masa kerjanya di Pertamina, ia melihat banyak tali kapal bekas yang hanyut dan menumpuk di kawasan pesisir.
Alih-alih menganggapnya sebagai sampah, Hasabudin melihat peluang bisnis yang belum banyak digarap. Ia kemudian mencoba mengurai tali kapal bekas menjadi serat-serat kecil untuk dipintal kembali menjadi tali rumpon.
Rumpon sendiri merupakan alat bantu yang digunakan nelayan untuk mengumpulkan ikan sehingga keberadaannya sangat penting dalam aktivitas penangkapan ikan.
Bahan Baku Murah, Nilai Jual Tinggi
Tali kapal bekas diperoleh dari para pengepul di sekitar Selat Makassar dengan harga sekitar Rp7.000 hingga Rp9.000 per kilogram.
Bahan tersebut terdiri dari campuran nilon, sutra, dan semi sutra yang memiliki daya tahan tinggi terhadap air laut. Setelah melalui proses pemilahan, penguraian, dan pemintalan, limbah tersebut berubah menjadi tali rumpon berkualitas.
Produk yang dihasilkan bahkan dinilai lebih kuat dibandingkan tali rumpon yang dijual di pasaran.
Proses Produksi yang Sederhana
Salah satu keunggulan usaha ini adalah proses produksinya yang tidak terlalu rumit.
Tahapan produksi meliputi:
- Mengumpulkan tali kapal bekas.
- Membersihkan dan memilah berdasarkan jenis bahan.
- Mengurai tali menjadi serat-serat kecil.
- Memintal kembali menjadi tali baru.
- Menggulung dan mengemas sebelum dipasarkan.
Dengan teknologi sederhana yang terus dikembangkan, kapasitas produksi menjadi semakin meningkat.
Baca Juga: Produksi Arang Bambu: Peluang Usaha Ramah Lingkungan dengan Prospek Menjanjikan
Didukung Program Pembinaan
Perkembangan usaha KUBE Balanipa juga tidak lepas dari pendampingan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Melalui program pemberdayaan masyarakat, PHSS membantu penyediaan fasilitas produksi, pelatihan usaha, hingga penerapan teknologi pemintalan yang mampu meningkatkan produktivitas.
Pendampingan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat usaha ini berkembang pesat sekaligus menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.
Omzet Mencapai Rp217 Juta Per Bulan
Hasil usaha ini sangat menjanjikan.
Dalam satu bulan, kelompok usaha mampu memproduksi sekitar 700 hingga 800 gulungan tali rumpon.
Setiap gulungan dijual sekitar Rp280 ribu, sehingga total omzet yang berhasil diraih mencapai sekitar Rp217 juta per bulan.
Permintaan datang dari berbagai kelompok nelayan di wilayah Kalimantan karena produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk sejenis di pasaran.
Membuka Lapangan Kerja bagi Warga
Selain menghasilkan keuntungan besar, usaha ini juga memberikan dampak sosial yang positif.
Saat ini KUBE Balanipa telah mempekerjakan sedikitnya 13 orang warga sekitar.
Penghasilan yang diperoleh para pekerja membantu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka. Bahkan ada karyawan yang berhasil membiayai pendidikan anak hingga ke perguruan tinggi berkat bekerja di usaha pengolahan limbah tersebut.
Mengapa Usaha Daur Ulang Limbah Menjadi Peluang Menjanjikan?
Tren ekonomi hijau dan ekonomi sirkular membuat usaha berbasis daur ulang semakin diminati.
Beberapa alasannya antara lain:
- Modal bahan baku relatif murah.
- Membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
- Produk memiliki nilai tambah tinggi.
- Permintaan pasar terus meningkat.
- Mendukung program keberlanjutan pemerintah dan perusahaan.
Model bisnis seperti ini menunjukkan bahwa limbah bukan lagi sekadar sampah, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Tips Memulai Usaha Daur Ulang
Bagi Anda yang tertarik mengikuti jejak sukses KUBE Balanipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Cari limbah yang melimpah di daerah Anda.
- Pelajari potensi produk yang bisa dihasilkan.
- Mulai dengan peralatan sederhana.
- Bangun kerja sama dengan komunitas atau UMKM.
- Manfaatkan media sosial dan marketplace untuk pemasaran.
- Ikuti pelatihan kewirausahaan agar kualitas produk terus meningkat.
Baca Juga: Peluang Usaha Camilan Sehat Modal UMKM: Kisah Sukses Malika Tembus Ritel Modern hingga Apotek
Penutup
Kisah sukses KUBE Balanipa membuktikan bahwa peluang usaha tidak selalu membutuhkan modal besar. Dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan melihat potensi dari barang yang dianggap tidak bernilai, limbah tali kapal mampu disulap menjadi produk unggulan yang menghasilkan omzet hingga Rp217 juta setiap bulan.
Selain memberikan keuntungan ekonomi, usaha ini juga membantu menjaga kebersihan laut, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Bagi calon pelaku usaha, inspirasi ini menunjukkan bahwa bisnis ramah lingkungan memiliki prospek cerah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan



