pugur – #Memulai #usaha #tidak #selalu #membutuhkan #modal #besar. #Kisah #Esty Harti Supriyatin, pemilik Peyek Mpok Esty, menjadi bukti bahwa bisnis rumahan dapat berkembang pesat hanya berbekal modal awal Rp25 ribu, kerja keras, serta kemauan untuk terus belajar.
Perjalanan usahanya semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI, program pendampingan UMKM yang memberikan pelatihan, akses pasar, hingga dukungan digitalisasi. Kini, produk peyek dan kembang goyang miliknya tampil lebih modern dan memiliki peluang pasar yang semakin luas.
Baca: Produksi Bantal Leher Mobil: Peluang Bisnis Aksesori Kendaraan yang Menjanjikan

Berawal dari Kehidupan yang Penuh Perjuangan
Sebelum menjadi pelaku UMKM, Esty pernah bekerja sebagai sales material bangunan di Pemalang, Jawa Tengah. Setelah pindah ke Jakarta pada tahun 2014, ia menjalani berbagai pekerjaan demi memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari menjadi pedagang asongan hingga asisten rumah tangga.
Titik balik kehidupannya hadir pada tahun 2017 ketika seorang tetangga meminta diajari membuat peyek. Meski awalnya belum menguasai resep, Esty kemudian belajar dari suaminya yang memahami teknik dasar pembuatan peyek.
Dari situlah muncul ide untuk mencoba membuka usaha rumahan yang kemudian dikenal dengan nama Peyek Mpok Esty.
Modal Awal Hanya Rp25 Ribu
Tidak banyak pelaku usaha yang memulai bisnis dengan modal sekecil ini.
Esty hanya memiliki modal sekitar Rp25.000 yang digunakan untuk membeli bahan baku sebanyak seperempat kilogram. Produk pertamanya berupa peyek kacang dititipkan di warung sekitar rumah.
Di luar dugaan, dagangannya langsung habis terjual.
Keuntungan yang diperoleh kemudian diputar kembali sebagai modal usaha. Secara perlahan ia membeli peralatan tambahan, meningkatkan kapasitas produksi, hingga memperluas pemasaran ke lebih banyak warung.
Strategi sederhana tersebut menjadi fondasi penting dalam pertumbuhan bisnisnya.
Baca Juga: Produksi Alas Dashboard Anti Panas: Peluang Usaha Menjanjikan di Industri Aksesori Otomotif
Terus Berinovasi dengan Beragam Produk
Tidak hanya mengandalkan satu jenis produk, Esty mulai melakukan inovasi agar konsumennya memiliki lebih banyak pilihan.
Kini Peyek Mpok Esty menawarkan berbagai varian seperti:
- Peyek Kacang Tanah
- Peyek Teri
- Peyek Rebon
- Peyek Kacang Hijau
- Peyek Mutiara
- Kembang Goyang Original
- Kembang Goyang Wijen
- Kembang Goyang Keju
Keberanian menghadirkan varian baru menjadi salah satu faktor yang membuat usahanya tetap diminati pelanggan.
Bergabung dengan Rumah BUMN BRI Membawa Banyak Perubahan
Perjalanan usaha Esty semakin meningkat setelah menjadi bagian dari Rumah BUMN BRI.
Melalui program tersebut, ia memperoleh berbagai manfaat seperti:
- Pelatihan pencatatan keuangan
- Edukasi pemasaran digital
- Strategi branding produk
- Pendampingan digitalisasi usaha
- Dukungan legalitas UMKM
- Akses mengikuti berbagai bazar
- Bantuan desain kemasan produk
- Bantuan cetak kemasan yang lebih profesional
Kemasan produk yang sebelumnya hanya menggunakan plastik bening kini tampil lebih modern dengan desain yang menarik sehingga meningkatkan nilai jual produk di mata konsumen.
Belajar AI untuk Mengembangkan Bisnis
Meski usianya tidak lagi muda, Esty tidak ingin tertinggal perkembangan teknologi.
Ia aktif mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan Rumah BUMN BRI.
Teknologi AI dimanfaatkannya untuk membantu membuat:
- Caption promosi
- Copywriting media sosial
- Ide konten pemasaran
- Strategi promosi digital
Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, promosi produknya menjadi lebih menarik dan mampu menjangkau calon pelanggan yang lebih luas.
Mengoptimalkan Penjualan Melalui QRIS dan Media Digital
Selain menerima pesanan secara langsung maupun sistem pre-order, Esty juga mulai memanfaatkan ekosistem digital.
Dalam setiap kegiatan bazar, transaksi dilakukan menggunakan QRIS BRI sehingga pembayaran menjadi lebih praktis tanpa harus menyediakan uang kembalian.
Sementara itu, pemasaran produk dilakukan melalui media sosial dengan konten yang dibuat lebih menarik berkat ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan digital.
Pentingnya Konten Visual bagi Pelaku UMKM
Dalam salah satu pelatihan Rumah BUMN BRI, pelaku UMKM juga mendapatkan edukasi mengenai strategi membuat konten visual yang efektif.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Gunakan warna yang konsisten sebagai identitas merek.
- Pastikan kualitas foto dan video terang serta jernih.
- Tampilkan keunggulan produk dalam tiga detik pertama video.
- Kombinasikan konten edukasi, hiburan, promosi, dan testimoni.
- Fokus pada konsistensi unggahan dibanding hanya mengejar konten viral.
Strategi tersebut dinilai mampu membantu UMKM meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran digital.
Rumah BUMN BRI Terus Mendukung UMKM Naik Kelas
Rumah BUMN BRI menjadi wadah pembinaan bagi ribuan pelaku usaha mikro agar mampu berkembang melalui pelatihan, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.
Program ini mendorong UMKM untuk naik kelas melalui beberapa tahapan, mulai dari modernisasi usaha, digitalisasi, pemasaran online, hingga membuka peluang memasuki pasar yang lebih luas.
Keberhasilan Peyek Mpok Esty menjadi salah satu contoh nyata bahwa pendampingan yang tepat dapat membantu usaha kecil berkembang secara berkelanjutan.
Pelajaran Bisnis dari Kisah Peyek Mpok Esty
Ada sejumlah pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh calon pengusaha maupun pelaku UMKM, di antaranya:
- Jangan menunggu memiliki modal besar untuk memulai usaha.
- Putar keuntungan sebagai tambahan modal.
- Terus lakukan inovasi produk.
- Bangun identitas merek melalui kemasan yang menarik.
- Manfaatkan teknologi digital dan AI untuk pemasaran.
- Ikuti pelatihan agar kemampuan bisnis terus berkembang.
- Bangun jaringan melalui komunitas dan program pendampingan UMKM.
- Konsisten memasarkan produk baik secara offline maupun online.
Baca Juga: Produksi Penutup Sabuk Mobil: Peluang Usaha Aksesori Otomotif yang Menjanjikan
Kesimpulan
Perjalanan Peyek Mpok Esty membuktikan bahwa usaha rumahan dengan modal kecil dapat berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan apabila dijalankan dengan konsisten, inovatif, dan terbuka terhadap perkembangan teknologi.
Dari modal hanya Rp25 ribu, Esty berhasil membangun usaha camilan yang terus bertumbuh melalui inovasi produk, pemanfaatan media digital, serta dukungan pembinaan dari Rumah BUMN BRI. Kisah ini menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai usaha dari nol dan membangun bisnis secara bertahap.



