Pugur – #Di #tengah #sulitnya #kondisi #ekonomi #saat #pandemi, #banyak #orang #kehilangan #mata #pencaharian. Namun, di balik tantangan tersebut selalu ada peluang bagi mereka yang berani beradaptasi.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Haeda, mantan terapis home spa yang berhasil mengubah keterpurukan menjadi peluang bisnis menjanjikan melalui usaha jamu rempah tradisional. Bermodalkan hanya sekitar Rp100 ribu, kini usahanya berkembang dengan berbagai varian produk herbal yang diminati pelanggan.
Perjalanan Haeda menjadi bukti bahwa peluang usaha tidak selalu membutuhkan modal besar. Kreativitas, keberanian mencoba, dan konsistensi justru menjadi modal utama dalam membangun bisnis.
Baca: Modal Rp25 Ribu Jadi Bisnis Camilan Sukses, Kisah Peyek Mpok Esty Berkembang Berkat Rumah BUMN BRI

Awalnya Memiliki Usaha Home Spa
Sebelum menjadi pelaku UMKM jamu rempah, Haeda menjalankan usaha home spa miliknya sendiri sejak beberapa tahun lalu.
Usahanya melayani pijat, lulur, hingga perawatan calon pengantin. Menariknya, setiap pelanggan yang datang selalu disuguhi jamu racikan buatannya sendiri sebagai pelengkap layanan.
Namun semuanya berubah ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada tahun 2020.
Pembatasan aktivitas masyarakat membuat bisnis home spa miliknya praktis berhenti beroperasi. Terlebih wilayah tempat tinggalnya di Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, saat itu termasuk kawasan dengan pembatasan ketat sehingga pelanggan tidak lagi datang.
Tantangan Pelanggan Justru Menjadi Awal Bisnis
Di tengah kondisi tersebut, pelanggan Haeda justru memberikan ide yang mengubah hidupnya.
Mereka meminta Haeda memproduksi jamu agar bisa membantu menjaga daya tahan tubuh selama pandemi.
Permintaan sederhana itu akhirnya menjadi titik balik usahanya.
Haeda mulai meracik berbagai minuman herbal seperti:
- Bir pletok
- Kunyit asam
- Empon-empon
- Beras kencur
- Wedang jahe
- Kunyit temulawak
Produk-produk tersebut dipasarkan kepada warga sekitar yang membutuhkan minuman herbal setiap hari.
Baca: Produksi Bantal Leher Mobil: Peluang Bisnis Aksesori Kendaraan yang Menjanjikan
Memulai Usaha dengan Modal Hanya Rp100 Ribu
Banyak orang mengira memulai usaha membutuhkan modal puluhan juta rupiah.
Nyatanya, Haeda membuktikan hal sebaliknya.
Modal awal yang digunakannya hanya sekitar Rp100 ribu untuk membeli:
- berbagai jenis rempah-rempah,
- botol kemasan,
- serta kebutuhan produksi sederhana.
Setelah berjalan, modal usahanya meningkat menjadi sekitar Rp300 ribu seiring bertambahnya permintaan pasar.
Produksi Awal 50 Botol
Pada awal usaha, Haeda hanya mampu memproduksi sekitar 50 botol jamu ukuran 250 ml.
Setiap botol dijual dengan harga sekitar Rp15 ribu.
Karena situasi pandemi masih ketat, ia memilih sistem penjualan yang unik.
Alih-alih bertemu langsung dengan pelanggan, Haeda meletakkan botol jamu di depan pagar atau pintu rumah pelanggan agar dapat diambil tanpa kontak langsung.
Strategi sederhana tersebut ternyata efektif menjaga penjualan tetap berjalan di tengah pembatasan sosial.
Produk Terlaris
Seiring berkembangnya usaha, jumlah varian produk pun semakin banyak.
Beberapa produk yang paling diminati konsumen antara lain:
- Kunyit Asam
- Bir Pletok
- Empon-Empon
Ketiga produk tersebut menjadi andalan penjualan hingga sekarang karena dianggap cocok dikonsumsi untuk menjaga kebugaran tubuh.
Bergabung dengan Rumah BUMN BRI
Untuk meningkatkan kapasitas usahanya, Haeda kemudian bergabung dengan program Rumah BUMN BRI pada tahun 2025.
Program tersebut memberikan berbagai pelatihan bagi pelaku UMKM, mulai dari:
- digital marketing,
- pengelolaan media sosial,
- pembuatan konten promosi,
- penyusunan laporan keuangan,
- hingga pemanfaatan teknologi AI untuk pemasaran produk.
Menurut Haeda, berbagai pelatihan tersebut membuat arah pengembangan bisnisnya menjadi jauh lebih terstruktur.
Pelajaran Penting bagi Calon Pengusaha
Kisah Haeda memberikan sejumlah pelajaran penting bagi siapa saja yang ingin memulai usaha.
1. Mulai dari Kemampuan yang Dimiliki
Haeda tidak memulai bisnis dari nol. Ia memanfaatkan kemampuan meracik jamu yang sebelumnya hanya menjadi pelengkap layanan spa.
2. Tidak Menunggu Modal Besar
Usaha bisa dimulai dari modal yang sangat kecil selama produk memiliki nilai jual.
3. Dengarkan Kebutuhan Pasar
Ide bisnis justru muncul dari permintaan pelanggan, bukan dari rencana yang rumit.
4. Berani Beradaptasi
Saat usaha spa berhenti, Haeda tidak menyerah. Ia segera mengubah arah bisnis sesuai kebutuhan masyarakat.
5. Terus Belajar
Mengikuti pelatihan UMKM, memahami pemasaran digital, hingga memanfaatkan AI menjadi langkah penting agar usaha terus berkembang.
Peluang Usaha Jamu Rempah Masih Sangat Menjanjikan
Minuman herbal tradisional masih memiliki pasar yang luas di Indonesia.
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat membuat permintaan berbagai produk seperti kunyit asam, wedang jahe, empon-empon, hingga bir pletok terus bertahan.
Dengan modal yang relatif kecil, bahan baku yang mudah diperoleh, serta pemasaran yang kini dapat dilakukan melalui media sosial dan marketplace, usaha jamu rempah menjadi salah satu peluang bisnis rumahan yang layak dipertimbangkan.
Baca Juga: Produksi Alas Dashboard Anti Panas: Peluang Usaha Menjanjikan di Industri Aksesori Otomotif
Kesimpulan
Perjalanan Haeda membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dari seorang mantan terapis spa yang kehilangan pelanggan akibat pandemi, ia berhasil membangun bisnis jamu rempah dengan modal awal sekitar Rp100 ribu hingga terus berkembang berkat inovasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan modal terbatas, kisah ini menjadi inspirasi bahwa peluang bisa datang dari keahlian sederhana yang dimiliki sehari-hari. Dengan ketekunan, strategi pemasaran yang tepat, dan kemauan untuk terus belajar, usaha kecil pun berpeluang tumbuh menjadi bisnis yang berkelanjutan.



