Pugur – #Memiliki #usaha sampingan yang #mampu #menghasilkan #keuntungan #besar #menjadi #impian #banyak #orang, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah mempersiapkan masa pensiun. Hal tersebut berhasil diwujudkan oleh pasangan Silvy dan Budi Amar, yang sukses mengembangkan bisnis kuliner melalui kemitraan Tahu GO!.

Dalam waktu yang relatif singkat, hanya dua bulan sejak bergabung sebagai mitra, pasangan ini berhasil membuka tiga gerobak Tahu GO! di lokasi strategis. Kesuksesan tersebut mendorong mereka untuk memperluas usaha dengan target memiliki delapan gerobak dalam waktu dekat.
Baca: Peluang Usaha Hidroponik di Lahan Terbatas, Bisnis Pertanian Modern yang Semakin Menjanjikan
Perjalanan bisnis mereka menjadi inspirasi bahwa usaha kuliner dengan strategi yang tepat mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan.
Berawal dari Persiapan Masa Pensiun
Silvy merupakan seorang ASN yang mulai mempersiapkan sumber pendapatan baru menjelang masa pensiunnya. Bersama sang suami, Budi Amar, mereka aktif mencari peluang bisnis yang memiliki prospek jangka panjang.
Kesempatan itu datang ketika mereka menghadiri sebuah pameran usaha di Kemayoran pada Mei 2024. Di sana, mereka mengenal konsep kemitraan Tahu GO!, sebuah brand tahu goreng kriuk yang telah dikenal luas karena cita rasanya yang khas.
Sebelumnya, pasangan ini memang sudah menjadi pelanggan Tahu GO! setelah mencicipinya di kawasan Vila Melati, BSD.
Menurut Silvy, rasa tahu goreng yang renyah dengan bumbu khas menjadi daya tarik utama karena disukai berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Baca: Peluang Usaha Daur Ulang Sampah Tali Kapal, Omzet Tembus Rp217 Juta per Bulan dari Limbah Laut
Langsung Membuka Tiga Gerobak Sekaligus
Melihat peluang bisnis yang dinilai cukup menjanjikan, Silvy bersama suaminya langsung mengambil keputusan berani dengan memesan tiga titik kemitraan sekaligus.
Mereka membuka gerobak di tiga wilayah strategis, yaitu:
- Bekasi
- Sudimara
- Bukit Serua
Pemilihan lokasi bukan dilakukan secara sembarangan. Mereka memilih area yang memiliki aktivitas masyarakat tinggi seperti:
- Dekat kawasan perumahan
- Area perkantoran
- Lingkungan padat penduduk
- Lokasi dengan lalu lintas tinggi
Strategi pemilihan lokasi tersebut terbukti mampu mendukung penjualan harian secara konsisten.
Strategi Pemasaran yang Efektif
Kesuksesan bisnis Tahu GO! yang dijalankan pasangan ini juga didukung oleh strategi pemasaran yang sederhana namun efektif.
Sekitar 80 persen penjualan berasal dari pembeli offline, sedangkan 20 persen lainnya diperoleh melalui penjualan online.
Mereka memulai promosi dari lingkungan terdekat, seperti:
- Grup WhatsApp komplek
- Komunitas warga
- Grup ibu-ibu
- Rekomendasi pelanggan (word of mouth)
Strategi pemasaran dari mulut ke mulut ternyata mampu memperluas jangkauan pelanggan tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
Keuntungan Diputar untuk Membuka Gerobak Baru
Salah satu langkah bisnis yang patut dicontoh dari pasangan ini adalah tidak langsung menikmati seluruh keuntungan usaha.
Pendapatan yang diperoleh dari dua gerobak pertama diputar kembali sebagai modal untuk membuka gerobak ketiga.
Setelah bisnis mulai stabil, mereka pun menyusun rencana ekspansi dengan menambah lima gerobak baru, sehingga total menjadi delapan gerobak.
Strategi reinvestasi seperti ini menjadi salah satu cara efektif mempercepat pertumbuhan usaha tanpa bergantung pada pinjaman tambahan.
Manajemen SDM Menjadi Kunci Kesuksesan
Selain fokus pada penjualan, Silvy juga memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan para karyawannya.
Ia percaya bahwa sumber daya manusia merupakan aset penting dalam perkembangan usaha.
Beberapa fasilitas yang diberikan kepada karyawan antara lain:
- Bonus kerja
- Uang transportasi
- BPJS
- Lingkungan kerja yang nyaman
- Fasilitas pendukung seperti kipas angin
Menurutnya, memperlakukan karyawan dengan baik menjadi salah satu faktor yang membuat operasional bisnis berjalan lancar.
Penjualan Harian yang Terus Meningkat
Hasil dari strategi yang diterapkan terlihat dari angka penjualan yang cukup stabil.
Rata-rata penjualan yang berhasil dicapai meliputi:
- Sekitar 700 potong tahu setiap hari biasa.
- Meningkat menjadi sekitar 900 potong saat akhir pekan.
- Pernah mencapai 800 potong hanya dalam tiga jam ketika mengikuti bazar.
Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk Tahu GO! serta efektivitas strategi pemasaran yang mereka jalankan.
Mengapa Bisnis Tahu GO! Menarik?
Tahu GO! menawarkan konsep kemitraan kuliner yang cukup sederhana dan mudah dijalankan oleh pemula.
Beberapa keunggulan kemitraannya antara lain:
- Modal investasi relatif terjangkau.
- Produk berupa tahu kriuk yang digemari masyarakat.
- Manajemen operasional sederhana.
- Tidak dikenakan biaya royalti.
- Seluruh keuntungan menjadi milik mitra.
- Mendapat pelatihan dari pusat training.
- Dukungan promosi dan pemasaran.
- Pasokan tahu dan bumbu dikirim langsung ke mitra.
- Produk telah bersertifikat Halal.
Dengan dukungan tersebut, mitra dapat lebih fokus mengembangkan penjualan tanpa harus memikirkan proses produksi secara mandiri.
Pelajaran Bisnis yang Bisa Dipetik
Kisah Silvy dan Budi Amar memberikan beberapa pelajaran penting bagi calon pengusaha.
Di antaranya:
- Berani mengambil peluang sejak dini.
- Memilih lokasi usaha yang strategis.
- Memanfaatkan komunitas sekitar sebagai media promosi.
- Mengelola keuntungan untuk ekspansi usaha.
- Memberikan perhatian kepada karyawan agar operasional berjalan maksimal.
- Konsisten menjaga kualitas produk dan pelayanan.
Strategi tersebut terbukti mampu mempercepat perkembangan bisnis meski baru berjalan dalam waktu singkat.
Peluang Usaha Kuliner Masih Sangat Menjanjikan
Bisnis makanan ringan seperti tahu goreng kriuk masih memiliki pasar yang luas di Indonesia. Produk dengan harga terjangkau, rasa yang konsisten, dan lokasi penjualan yang strategis memiliki peluang besar untuk berkembang.
Bagi masyarakat yang ingin memiliki usaha sampingan maupun mempersiapkan penghasilan menjelang pensiun, bisnis kemitraan kuliner dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.
Keberhasilan Silvy dan Budi Amar membuktikan bahwa dengan perencanaan yang matang, pengelolaan keuangan yang baik, serta strategi pemasaran yang tepat, usaha kuliner mampu berkembang pesat dalam waktu relatif singkat.
Kesimpulan
Kisah sukses Silvy dan Budi Amar menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai usaha kuliner. Bermodal keyakinan, strategi yang tepat, serta kemauan untuk terus berkembang, mereka berhasil membuka tiga gerobak Tahu GO! hanya dalam dua bulan dan kini menargetkan memiliki delapan gerobak.
Perjalanan mereka menunjukkan bahwa peluang usaha kuliner di Indonesia masih terbuka lebar bagi siapa saja yang siap bekerja keras, memberikan pelayanan terbaik, dan terus berinovasi dalam mengembangkan bisnis.



