Biografi Pengusaha Amran Sulaiman

Petani Bisa Kaya
menempuh kuliah S1 di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar
dan lulus pada tahun 1993. Dari perguruan tinggi yang sama, ia meraih
gelar master dan doktor dalam bidang Ilmu Pertanian.
Merupakan lulusan S1, S2, S3 Pertanian Universitas Hasanuddin dan dilanjutka bekerja sebagai
Pegawai PTPN XIV, Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar.
Founder Tiran Group. Pengusaha muda kelahiran 27 April 1968, Dr. Ir. H.
Andi Amran Sulaiman, MP. masih memiliki darah keturunan Raja Bone, yang memang dikenal sangat ulet mendirikan usahanya Tiran Group.
Bukan racun abal- abal tapi sudah diteliti sejak kurang lebih 2 tahun (1989- 1992) dan terbukti.
Berkat penemuan racun tikus Tiran tersebut, Amran pun diganjar anugerah Satyalancana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2007. Amran dinilai oleh SBY telah sukses melakukan pengetasan hama pertanian di 168 kabupaten.
PT. Tiran Group bekerja sama dengan perusahaan Timur Tengah yakni guna membuat dua unit pabrik gula di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara untuk menjawab akan kekurangan kebutuhan gula khususnya di wilayah kawasan Indonesia Timur, yang mencapai 240 ribu ton gula per tahun.
Ada 10 perusahaan tercatat dibawah bendera Tiran Group, antara lain: PT Tiran Indonesia (tambang emas), PT Tiran Sulawesi (perkebunan tebu dan sawit), PT Tiran Makassar (distributor Unilever), PT Tiran Bombana (emas, timah hitam), PT Tiran Mineral (tambang nikel).
Bukan anak orang kaya
Dilansir dari halaman Fajar.co.id, Amran ternyata bukanlah anak dari orang tua yang kaya raya. Perusahaan yang dibangun bukanlah warisan orang tua. Ada modal kedisplinan, keyakinan, kreatifitas, ketekunan dan optimisme sementara modal uang tidak begitu mendukung langkahnya.
Empo Tiran ini memproduksi racun tikus dan berbagai perlengkapan pertanian. Impian tak sesuai kenyataan, sehingga dia perlua merubah arah impiannya. Dulu, Amran sebenarnya memiliki impian menjadi tentara.
Penelitian Tiran 58PS telah menghabiskan waktu kurang lebih dua tahun, dari 1989-1992. Masa uji coba Tiran 58PS berlangsung lama, dimulai 1992-1998. Semua yang dilakukannya untuk mendapatkan hasil memuaskan tidak setengah- setengah, dan akhirnya para petani merespon baik produknya.
Produknya sendiri ternyata terdengar lucu ditelinga seperi Tikus Diracun Amran, yang kemudian disingkat menjadi Tiran. Sedangkan Alpostran sendiri merupakan singkatan dari kalimat Alat Empos Tikusnya Amran.



