Pugur – #Niat #baik #untuk #berbagi #ternyata #bisa #membuka #pintu #rezeki #yang #tak #terduga. Hal inilah yang dialami oleh Fatchul Hidayah Clarine Yuzlar, seorang wanita inspiratif yang kini sukses meraup omzet hingga Rp30–50 juta per bulan dari bisnis buku pop up.

Perjalanan bisnisnya tidak dimulai dengan rencana besar atau modal besar, melainkan dari kegiatan sederhana berbagi kebahagiaan kepada anak-anak di sekitar rumahnya.
Awal Mula: Dari Kegiatan Kreatif untuk Anak-Anak
Pada tahun 2017, ia sering mengadakan kegiatan kreatif seperti menggambar, mewarnai, dan bercerita bersama anak-anak di lingkungan rumahnya di Ujungberung, Bandung. Sebagai bentuk apresiasi, ia memberikan hadiah berupa buku kepada anak-anak yang berpartisipasi.
Dari kegiatan tersebut, lahirlah sebuah ruang kreatif bernama Kreatifafa yang menjadi wadah edukasi sekaligus kreativitas anak-anak.
Baca juga: Peluang Bisnis Jastip Jajanan Viral Blok M: Modal Kecil, Omzet Hingga Rp5 Juta per Bulan
Tidak Berniat Berjualan, Justru Dapat Peluang Bisnis
Awalnya, ia sama sekali tidak memiliki niat untuk menjual buku pop up. Setelah sempat melanjutkan pendidikan ke luar negeri, ia kembali dengan janji untuk memberikan buku kepada anak-anak yang dulu sering bermain di rumahnya.
Ia kemudian membuat sekitar 250 buku pop up, sebagian dibagikan secara gratis, sementara sisanya diberikan ke teman yang memiliki taman kanak-kanak dan musala.
Namun di luar dugaan, banyak orang yang tertarik dan ingin membeli buku tersebut. Dari sinilah peluang bisnis mulai terbuka.
Mulai Produksi dan Ikut Pameran Internasional
Melihat tingginya minat pasar, ia mulai serius memproduksi buku pop up. Bahkan, ia berani menginvestasikan sekitar Rp70 juta untuk memproduksi 500 buku yang dipamerkan di ajang internasional Big Bad Wolf (BBW).
Hasilnya cukup menggembirakan—semua buku berhasil terjual, meski keuntungan awal belum maksimal karena masih dalam tahap belajar dan pengembangan bisnis.
Perkembangan Bisnis dan Ekspansi Produk
Seiring waktu, bisnis Kreatifafa berkembang pesat. Tidak hanya menjual buku pop up, kini mereka juga memproduksi berbagai produk kreatif lain seperti:
- Merchandise edukatif
- Board game
- Animasi
- Program kegiatan anak
Bahkan, karya mereka telah menembus pasar internasional, dengan hak cipta buku dibeli oleh negara seperti Arab Saudi dan Jerman.
Omzet Puluhan Juta per Bulan
Saat ini, bisnis yang awalnya hanya berbasis niat berbagi tersebut mampu menghasilkan omzet sekitar Rp30 juta hingga Rp50 juta per bulan.
Selain itu, usaha ini juga berkembang hingga memiliki pondok pesantren, menunjukkan dampak sosial yang luas dari bisnis yang dijalankan.
Pelajaran Penting dari Kisah Ini
Kisah ini memberikan beberapa pelajaran berharga bagi calon pengusaha:
- Mulai dari niat baik – Bisnis bisa berawal dari kepedulian sosial.
- Tidak harus langsung jualan – Nilai dan manfaat sering lebih dulu menarik pasar.
- Berani mencoba – Investasi dan keberanian mencoba membuka peluang besar.
- Inovasi berkelanjutan – Produk berkembang seiring kebutuhan pasar.
- Dampak sosial penting – Bisnis tidak hanya soal profit, tetapi juga manfaat.
Baca juga: Peluang Usaha Produksi Miniatur Rumah Kayu: Bisnis Kreatif dengan Nilai Jual Tinggi
Penutup
Kisah sukses ini membuktikan bahwa peluang usaha bisa datang dari hal sederhana, bahkan dari niat berbagi. Dengan konsistensi, kreativitas, dan keberanian mengambil peluang, sebuah ide kecil bisa berkembang menjadi bisnis bernilai puluhan juta rupiah setiap bulan.



