PUGUR.COM – #Produk #kerajinan #lokal #Indonesia kembali menunjukkan #potensinya di #pasar #internasional. Kali ini, produk #perabot berbasis #anyaman yang dikembangkan #Novita Hermawan melalui #Agrominafiber berhasil menembus #pasar #Amerika Serikat (AS).
Kisah Agrominafiber menjadi salah satu contoh bahwa kerajinan tradisional dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi apabila dipadukan dengan desain, strategi pemasaran, penguatan merek, serta akses pasar yang tepat.
Perjalanan tersebut juga memperlihatkan bahwa peluang usaha kerajinan anyaman tidak hanya terbatas pada pasar lokal. Dengan inovasi dan strategi bisnis yang tepat, produk berbasis kerajinan lokal berpotensi masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Baca: Ide Bisnis Membuat Kartu Pop-Up untuk Hadiah
Dari Kerajinan Anyaman Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Melalui Agrominafiber, Novita mengembangkan perabot berbasis anyaman menjadi berbagai produk yang memadukan fungsi, desain, serta karakter kerajinan lokal.
Produk yang sebelumnya sering dipandang sebagai kerajinan tradisional kemudian dikembangkan agar mempunyai identitas merek dan positioning yang lebih kuat.
Bagi Novita, kualitas produk memang penting, tetapi kualitas saja belum tentu membuat sebuah usaha langsung berkembang.
“Produk yang bagus belum tentu otomatis terjual. Kita harus belajar bagaimana produk diposisikan, dikomunikasikan, ditemukan, dan akhirnya dipercaya konsumen,” ujar Novita dalam keterangan tertulis yang disampaikan dalam Webinar Merah Putih bertajuk “Merdeka Berkarya, UMKM Naik Kelas” yang diselenggarakan Pertamina.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pelajaran penting bagi pelaku usaha. Produk yang bagus membutuhkan strategi agar dikenal, dipercaya, dan akhirnya dipilih konsumen.
Tantangan Bisnis Anyaman: Mengubah Persepsi Pasar
Salah satu tantangan yang dihadapi Agrominafiber adalah mengubah persepsi masyarakat terhadap produk anyaman.
Selama ini, anyaman lebih banyak dikaitkan dengan kerajinan tradisional. Namun, Agrominafiber mencoba mengembangkan produk tersebut menjadi bagian dari kebutuhan dekorasi dan perabot rumah dengan mengedepankan fungsi sekaligus desain.
Karena itu, membangun brand dan kepercayaan konsumen menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.
Novita tidak hanya mempertahankan kualitas produk, tetapi juga memperkuat pemasaran, identitas merek, serta memperluas akses pasar.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa peluang usaha kerajinan tradisional dapat berkembang ketika pelaku usaha tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjual desain, fungsi, cerita, dan identitas produk.
Mengikuti Program Pengembangan UMKM
Perjalanan Agrominafiber untuk meningkatkan kualitas bisnis dilakukan secara bertahap.
Pada 2022, Novita mengikuti Program Womenpreneur Pertamina Foundation. Setelah itu, Agrominafiber bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina dan mendapatkan sejumlah kesempatan pengembangan usaha.
Beberapa program yang diikuti antara lain Business Matching, UMK Academy Go Online, LMS UMK Academy, Petrapreneur Aggregator 2025, hingga SMEXPO Pertamina Marketplace.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi Agrominafiber untuk memperluas wawasan bisnis sekaligus membuka akses kepada calon konsumen dan mitra usaha.
Pameran Menjadi Jalan Membuka Pasar
Selain pelatihan, Agrominafiber juga aktif memperkenalkan produknya melalui berbagai pameran.
Produk Agrominafiber mendapat kesempatan tampil dalam sejumlah kegiatan seperti INACRAFT, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, INABUYER 2026, dan SMEXPO Pertamina.
Bagi Novita, mengikuti pameran bukan sekadar mencari transaksi.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari kebutuhan konsumen, membangun jaringan, memperkuat brand, serta belajar berkomunikasi dengan calon pembeli.
Pengalaman bertemu langsung dengan calon konsumen dan mitra bisnis menjadi bagian dari proses Agrominafiber untuk memahami pasar yang lebih luas.
Tidak Hanya Mengandalkan Satu Kanal Penjualan
Salah satu perubahan penting dalam strategi bisnis Agrominafiber adalah memperluas kanal pemasaran.
Novita menyadari bahwa mengandalkan satu saluran penjualan tidak cukup untuk mengembangkan bisnis.
Agrominafiber kemudian memanfaatkan berbagai kanal, mulai dari marketplace, media sosial, website, business matching, pameran, hingga platform ekspor.
Strategi multikanal tersebut membuat produk memiliki lebih banyak peluang untuk ditemukan oleh calon konsumen maupun pembeli bisnis.
Bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha kerajinan, strategi ini dapat menjadi salah satu pembelajaran penting. Produk tidak cukup hanya diproduksi, tetapi juga harus mempunyai jalur pemasaran yang jelas.
Baca Juga: Peluang Usaha Membuat Kartu Ucapan Handmade
Dari Pameran hingga Ekspor ke Amerika Serikat
Langkah Agrominafiber menuju pasar internasional dilakukan secara bertahap.
Pada 2024, Agrominafiber mengikuti SMEXPO Pertamina Nasional di Gandaria City untuk memperkenalkan produknya sekaligus memperluas jaringan usaha.
Setahun kemudian, pada 2025, Agrominafiber melakukan ekspor perdana produk home decor ke Amerika Serikat.
Ekspor tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis Agrominafiber karena produk berbasis anyaman lokal berhasil dibawa dari pasar domestik menuju pasar internasional.
Kisah ini memperlihatkan bahwa ekspor UMKM tidak selalu dimulai dengan langkah besar. Pengembangan produk, penguatan merek, mengikuti pameran, membangun jaringan, hingga menemukan calon pembeli dapat menjadi bagian dari proses panjang menuju pasar global.
Agrominafiber Raih Sejumlah Penghargaan
Konsistensi dalam mengembangkan bisnis juga membawa Agrominafiber memperoleh sejumlah penghargaan.
Beberapa di antaranya adalah:
- Awarding Program Kewirausahaan KemenKUKM 2023
- Juara 2 Kreasi dan Inovasi Kabupaten Kebumen 2024
- UMKM Terinternasional Bank Indonesia Jawa Tengah 2025
- Pemenang Sisberdaya 2025
- Top 10 Petrapreneur Aggregator Pertamina
- Peringkat kelima Ecosystem Impact Champion 2026.
Berbagai pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Agrominafiber dalam mengembangkan produk dan memperluas jaringan bisnis.
Peluang Usaha Kerajinan Anyaman Masih Terbuka
Kisah Agrominafiber juga memberikan gambaran mengenai peluang usaha dari produk kerajinan berbasis bahan lokal.
Anyaman dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, khususnya pada sektor home decor, perabot rumah, aksesori, furnitur, dan produk dekorasi.
Namun, peluang tersebut membutuhkan inovasi agar produk tidak berhenti sebagai kerajinan tradisional.
Pelaku usaha perlu memperhatikan beberapa aspek, seperti desain, kualitas bahan, konsistensi produksi, kemasan, identitas merek, pemasaran digital, hingga kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah tertentu.
Pasar ekspor juga membutuhkan kesiapan yang lebih tinggi. Pelaku usaha harus mampu menjaga kualitas dan memenuhi standar serta kebutuhan calon pembeli.
Pelajaran Penting dari Kisah Agrominafiber
Kisah Novita Hermawan dan Agrominafiber memberikan sejumlah pelajaran bagi calon pengusaha.
1. Produk Bagus Harus Diikuti Branding
Produk berkualitas merupakan dasar, tetapi konsumen juga perlu mengetahui mengapa produk tersebut berbeda dari produk lainnya.
Karena itu, identitas merek menjadi bagian penting dalam membangun bisnis.
2. Jangan Bergantung pada Satu Kanal Penjualan
Marketplace dapat menjadi salah satu kanal penjualan, tetapi pelaku usaha juga dapat memanfaatkan media sosial, website, pameran, business matching, hingga jaringan ekspor.
Semakin beragam kanal pemasaran yang dikelola dengan baik, semakin banyak peluang produk ditemukan calon pembeli.
3. Pameran Bisa Menjadi Sarana Belajar
Pameran tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjual produk.
Pelaku usaha dapat memanfaatkan pameran untuk melihat respons konsumen, mengetahui tren, mencari mitra, membangun jaringan, dan mempelajari kebutuhan pasar.
4. Pendampingan Perlu Diikuti Kemauan untuk Berkembang
Program pelatihan dan pendampingan dapat membuka kesempatan bagi UMKM. Namun, perkembangan usaha tetap membutuhkan kemauan dari pelaku bisnis untuk menerapkan pengetahuan tersebut.
5. Pasar Lokal Bisa Menjadi Awal Menuju Ekspor
Perjalanan Agrominafiber menunjukkan bahwa ekspor dapat dibangun melalui proses bertahap.
Mulai dari mengembangkan produk, membangun merek, mengikuti pameran, memperluas jaringan, hingga menemukan akses menuju pembeli internasional.
Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa perjalanan Agrominafiber menunjukkan pentingnya proses pembelajaran dan pendampingan secara bertahap bagi UMKM.
Menurutnya, kebutuhan setiap UMKM berbeda. Karena itu, pembinaan tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga kapasitas usaha, digitalisasi, brand, dan akses pasar.
Pertamina juga terus mendorong pengembangan ekosistem UMKM melalui penguatan perizinan usaha, digitalisasi dan pemanfaatan marketplace, pelatihan, business matching, pameran nasional, serta pembukaan akses menuju pasar internasional.
Tujuannya bukan hanya mengejar keberhasilan dari satu pameran atau satu transaksi, tetapi membangun proses agar UMKM terus belajar, berkembang, dan memiliki daya saing dalam jangka panjang.
Kisah Sukses UMKM yang Bisa Menjadi Inspirasi
Perjalanan Agrominafiber menjadi contoh bahwa usaha kerajinan lokal memiliki peluang untuk berkembang menjadi bisnis berorientasi ekspor.
Dari produk berbasis anyaman, Agrominafiber membangun identitas merek, memperluas pemasaran, mengikuti berbagai program pengembangan UMKM, memperkenalkan produk di pameran, hingga akhirnya melakukan ekspor produk home decor ke Amerika Serikat pada 2025.
Baca Juga: Bisnis Membuat Paket Lilin Souvenir untuk Acara
Bagi calon pengusaha, kisah tersebut menunjukkan bahwa membangun bisnis membutuhkan proses. Produk yang memiliki keunikan perlu diikuti dengan strategi pemasaran, branding, jaringan bisnis, inovasi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.
Dengan kekayaan bahan dan kerajinan lokal yang dimiliki Indonesia, sektor kerajinan anyaman dan home decor masih memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi peluang usaha bernilai tambah.
Bukan hanya untuk pasar dalam negeri, tetapi juga untuk memperkenalkan produk Indonesia ke pasar internasional.



