Pugur – #Merangkai #bunga bukan sekadar #kegiatan untuk mengisi #waktu luang. Di tangan orang yang #kreatif, #keterampilan tersebut bisa #berkembang menjadi #peluangusaha yang #menghasilkan pendapatan.
Hal inilah yang terlihat dari kegiatan Lokakarya Merangkai Bunga Thumbelina di Sidoarjo. Kegiatan tersebut diikuti perempuan dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, remaja hingga generasi milenial yang ingin mempelajari teknik merangkai bunga sekaligus melihat peluang bisnis florist.
Lokakarya tersebut dipandu oleh Vivi Aleyda, Owner Choice Rosess Sidoarjo, yang memberikan materi teori sekaligus praktik. Peserta tidak hanya diajarkan membuat rangkaian bunga yang menarik, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai jenis bunga, teknik penyusunan serta cara merawat bunga agar tetap segar dan tahan lama.
Bagi sebagian peserta, keterampilan ini bukan berhenti sebagai hobi. Mereka melihat kemampuan merangkai bunga sebagai bekal untuk membangun usaha sendiri dan mendapatkan tambahan penghasilan.

Baca: Peluang Usaha Limbah Jeans: Cara Ubah Celana Bekas Jadi Tas, Sepatu dan Cuan
Dari Hobi Merangkai Bunga Menjadi Peluang Bisnis
Industri florist menawarkan ruang yang cukup luas bagi pelaku usaha kreatif. Produk yang dijual bukan hanya bunga segar, tetapi dapat dikembangkan menjadi buket wisuda, buket ulang tahun, bunga ucapan, hampers, dekorasi acara hingga rangkaian bunga berdasarkan permintaan pelanggan.
Perkembangan tren hadiah personal dan dekorasi estetik juga membuat bisnis florist semakin beragam. Sejumlah pelaku usaha mengembangkan layanan melalui pesanan personal, hampers, dekorasi dan bahkan kelas merangkai bunga.
Artinya, seseorang tidak harus langsung membuka toko bunga besar untuk memulai.
Usaha dapat diawali dari rumah dengan sistem pre-order, kemudian berkembang sesuai jumlah pelanggan dan kemampuan produksi.
Model seperti ini juga pernah disampaikan pelaku florist kepada RRI. Salah satu pemilik florist menyebut pemula dapat mencoba sistem open PO untuk mengurangi risiko bunga terbuang karena bunga segar memiliki masa simpan terbatas.
Kisah Peserta di Sidoarjo: Keterampilan untuk Menambah Penghasilan
Salah satu peserta lokakarya, Giselle Devina (20), mahasiswi asal Buduran, Sidoarjo, mengikuti pelatihan karena ingin menambah keterampilan yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha.
Ia ingin memahami teknik menyusun bunga dengan benar, mengenal berbagai jenis bunga dan mengetahui cara merawatnya agar lebih awet.
Bagi Giselle, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun usaha setelah menyelesaikan kuliah sekaligus menambah penghasilan.
Peserta lainnya, Sandra Anggita M. (28) dari Surabaya, juga memiliki alasan serupa. Meski telah mempunyai usaha daring, ia mengikuti pelatihan untuk memperluas kemampuan dan membuka peluang usaha baru.
Kisah kedua peserta ini memperlihatkan bahwa bisnis florist dapat dipandang sebagai usaha yang bisa dikembangkan secara bertahap, termasuk bagi mahasiswa, ibu rumah tangga maupun pelaku usaha yang ingin menambah lini bisnis.
Mengapa Bisnis Florist Menarik untuk Dicoba?
Bisnis florist memiliki karakter yang cukup unik. Pelanggan biasanya membeli bunga untuk momen tertentu yang memiliki nilai emosional.
Mulai dari:
- Wisuda
- Ulang tahun
- Pernikahan
- Lamaran
- Hari Valentine
- Hari Ibu
- Hari Guru
- Anniversary
- Pembukaan usaha
- Ucapan duka cita
- Perayaan tertentu
Kondisi tersebut menciptakan beragam kesempatan penjualan sepanjang tahun.
Selain itu, perkembangan media sosial membuat produk florist relatif mudah dipromosikan secara visual. Foto buket yang menarik dapat menjadi materi pemasaran sekaligus portofolio untuk calon pelanggan.
Bisa Dimulai dari Rumah
Salah satu keuntungan bisnis florist adalah usaha tidak selalu membutuhkan toko fisik sejak awal.
Pemula dapat membuat sistem sederhana:
Pesanan masuk → pembelian bahan → proses merangkai → foto produk → pengiriman.
Dengan sistem pre-order, pembelian bunga bisa disesuaikan dengan jumlah pesanan sehingga membantu mengurangi stok yang tidak terjual.
Sebagai gambaran, pelaku usaha florist yang diwawancarai RRI menyebut modal sekitar Rp300 ribu dapat digunakan untuk memulai usaha dengan sistem open PO. Angka tersebut merupakan contoh dari pelaku usaha dan bukan patokan biaya yang berlaku untuk semua daerah.
Besarnya modal sebenarnya bergantung pada jenis bunga, jumlah pesanan, peralatan, kemasan, biaya pengiriman dan skala usaha.
Peralatan yang Dibutuhkan untuk Memulai Florist
Bagi pemula, tidak harus langsung membeli peralatan profesional dalam jumlah besar.
Beberapa kebutuhan dasar antara lain:
- Gunting bunga
- Selotip florist
- Kawat bunga
- Floral foam untuk jenis rangkaian tertentu
- Kertas wrapping
- Pita
- Kartu ucapan
- Plastik atau pelindung bunga
- Ember atau wadah penyimpanan
- Peralatan fotografi sederhana
Modal dapat ditambah secara bertahap seiring meningkatnya jumlah pesanan.
Strategi ini memungkinkan calon pengusaha menguji pasar terlebih dahulu sebelum mengeluarkan modal lebih besar.
Jangan Hanya Menjual Buket
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah hanya mengandalkan satu jenis produk.
Bisnis florist dapat dikembangkan menjadi berbagai produk.
1. Buket Wisuda
Buket wisuda merupakan salah satu produk yang dapat menyasar mahasiswa dan keluarga.
Produk dapat dibuat dalam beberapa pilihan harga, ukuran dan gaya.
2. Buket Ulang Tahun
Buket bunga dapat dipadukan dengan kartu ucapan, cokelat atau produk hadiah lainnya sehingga nilai jualnya meningkat.
3. Hampers Bunga
Bunga dapat dikombinasikan dengan makanan, parfum, boneka, lilin aromaterapi atau produk UMKM.
4. Dekorasi Acara
Florist yang sudah memiliki kemampuan lebih dapat masuk ke pasar dekorasi pernikahan, lamaran, ulang tahun dan acara perusahaan.
Baca: Ide Bisnis Membuat Lilin Bentuk Kue untuk Dekorasi
5. Bunga Kering
Bunga kering memiliki karakter berbeda dari bunga segar karena dapat digunakan sebagai dekorasi dalam waktu lebih lama.
6. Workshop Merangkai Bunga
Setelah mempunyai pengalaman dan portofolio, florist juga dapat mengembangkan bisnis melalui kelas atau workshop.
Model bisnis semacam ini memperlihatkan bahwa keahlian merangkai bunga dapat menghasilkan lebih dari satu sumber pendapatan.
Strategi Promosi Florist di Era Digital
Bisnis bunga sangat cocok dipasarkan melalui media sosial karena produk memiliki daya tarik visual.
Pelaku usaha bisa memanfaatkan Instagram, TikTok, WhatsApp Business dan platform digital lainnya.
Konten yang bisa dibuat antara lain:
- Video proses merangkai bunga
- Before-after buket
- Tutorial sederhana
- Ide hadiah
- Paket buket berdasarkan harga
- Testimoni pelanggan
- Video pengemasan
- Pesanan khusus pelanggan
- Dekorasi acara
- Tips merawat bunga
Yang tidak kalah penting adalah membangun identitas visual.
Misalnya, florist memilih karakter minimalis, elegan, natural, Korean style atau colorful. Dengan begitu, pelanggan dapat mengenali ciri khas produk.
Belajar Merangkai Bunga Adalah Investasi Keterampilan
Kisah lokakarya di Sidoarjo memberikan gambaran bahwa memulai bisnis tidak selalu harus diawali dengan modal besar.
Keterampilan merupakan salah satu modal penting.
Dalam bisnis florist, kemampuan memilih kombinasi warna, menentukan jenis bunga, mengatur komposisi, melakukan wrapping dan memahami karakter bunga akan memengaruhi kualitas produk.
Karena itu, mengikuti pelatihan atau belajar secara mandiri dapat menjadi langkah awal sebelum menerima banyak pesanan.
Peserta lokakarya di Sidoarjo sendiri mendapatkan teori dan praktik mengenai jenis bunga, teknik penyusunan serta perawatan bunga.
Kisah Sukses Bisnis Bunga: Berawal dari Modal Rp100 Ribu
Peluang bisnis florist juga terlihat dari kisah Yosefine, yang pernah diberitakan detikFinance. Ia memulai usaha buket dengan modal sekitar Rp100 ribu setelah melihat peluang dari bunga untuk acara wisuda.
Bunga yang dibeli kemudian dirangkai dan dikemas agar memiliki tampilan berbeda serta nilai jual lebih tinggi.
Dalam laporan detikFinance pada 2016, usaha tersebut disebut mampu mencapai omzet sekitar Rp350 juta per tahun. Angka tersebut merupakan catatan pada periode pemberitaan tersebut dan bukan jaminan pendapatan bagi usaha florist saat ini.
Kisah tersebut menunjukkan satu hal penting: nilai sebuah produk tidak hanya berasal dari bahan bakunya, tetapi juga dari kreativitas, desain, kemasan dan kemampuan membaca kebutuhan pelanggan.
Ada Tantangan yang Harus Diperhitungkan
Meskipun menarik, bisnis florist bukan tanpa risiko.
Bunga segar merupakan produk yang mudah rusak dan membutuhkan penanganan yang tepat. Salah menghitung stok bisa membuat sebagian bahan tidak terjual.
Persaingan juga menjadi tantangan. Pelaku usaha perlu mempunyai keunikan agar tidak terjebak perang harga.
Pengalaman pelaku usaha karangan bunga di Jakarta yang telah menjalankan bisnis selama puluhan tahun juga menunjukkan adanya perubahan pasar dan tekanan persaingan, termasuk munculnya banyak pengusaha baru serta persaingan harga.
Karena itu, strategi bisnis tidak cukup hanya dengan menjual bunga murah.
Florist perlu memperhatikan kualitas, desain, pelayanan, ketepatan waktu dan pengalaman pelanggan.
Tips Memulai Bisnis Florist untuk Pemula
Bagi pembaca yang tertarik mengikuti jejak peserta lokakarya di Sidoarjo, berikut langkah sederhana yang dapat dicoba:
1. Pelajari teknik dasar
Mulailah dengan memahami jenis bunga, kombinasi warna dan teknik dasar merangkai.
2. Mulai dari rumah
Tidak perlu terburu-buru menyewa toko. Uji pasar melalui sistem pre-order.
3. Buat beberapa contoh produk
Buat portofolio dengan berbagai model dan kisaran harga.
4. Manfaatkan media sosial
Foto dan video berkualitas dapat menjadi alat pemasaran utama.
5. Tentukan target pasar
Misalnya mahasiswa, pasangan muda, perusahaan atau pelanggan acara pernikahan.
6. Buat produk sesuai momentum
Siapkan paket khusus wisuda, Valentine, Hari Ibu, Hari Guru dan berbagai perayaan lainnya.
7. Hitung biaya dengan cermat
Jangan hanya menghitung harga bunga. Masukkan biaya kemasan, tenaga, transportasi, penyimpanan dan risiko bunga rusak.
8. Cari pemasok yang konsisten
Kualitas bahan baku sangat menentukan hasil akhir rangkaian.
9. Bangun ciri khas
Buat gaya rangkaian yang mudah dikenali pelanggan.
10. Kembangkan perlahan
Ketika pesanan mulai stabil, usaha dapat diperluas ke hampers, dekorasi, bunga kering atau workshop.
Peluang Usaha Florist Masih Terbuka
Baca Juga: Bisnis Membuat Hiasan Botol dari Tali Rajut, Ide Usaha Kreatif dengan Modal Kecil
Bisnis florist pada dasarnya merupakan perpaduan antara keterampilan, kreativitas dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.
Kisah para peserta lokakarya di Sidoarjo menunjukkan bahwa keterampilan merangkai bunga dapat dipelajari dan kemudian diarahkan menjadi peluang usaha.
Bagi ibu rumah tangga, mahasiswa maupun generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kreatif, florist dapat dikembangkan dari skala kecil terlebih dahulu.
Tidak harus langsung mempunyai toko besar. Dengan sistem pre-order, pemasaran digital dan pengelolaan stok yang baik, calon pengusaha dapat menguji pasar sambil membangun portofolio.
Pada akhirnya, bunga bukan hanya produk dekorasi, tetapi juga bisa menjadi media untuk membangun bisnis kreatif. Kunci utamanya adalah terus belajar, menghasilkan karya yang memiliki ciri khas dan memberikan pelayanan yang membuat pelanggan ingin kembali.



