Pugur – #Kesuksesan #sebuah #usaha #tidak #selalu #dimulai #dari #tempat #mewah #atau #modal #besar. Kisah Mochamad Haidir membuktikan bahwa ketekunan, keberanian mengambil risiko, dan konsistensi mampu mengubah pedagang kaki lima menjadi pengusaha kuliner sukses.
Selama 13 tahun, Haidir berjualan sate di trotoar kawasan Mayestik, Jakarta Selatan. Ia menghadapi berbagai tantangan mulai dari diusir pedagang lain, dikejar Satpol PP, hingga penjualan yang sempat anjlok saat pandemi COVID-19. Namun kini, usaha yang dirintis sejak 2013 itu berhasil naik kelas dan pindah ke ruko strategis dengan omzet mencapai Rp8 juta per hari.
Baca: Produksi Kertas Bibit Tanam (Seed Paper): Peluang Usaha Kreatif Ramah Lingkungan yang Menjanjikan

Awal Perjuangan dari Trotoar Jalanan
Haidir memulai usaha sate ayam dan sate kambing menggunakan gerobak sederhana di trotoar kawasan Mayestik. Saat itu, kondisi usaha sangat jauh dari kata nyaman. Ia harus bertahan menghadapi kerasnya persaingan sesama pedagang.
Bahkan, menurut pengakuannya, sesama penjual sate sering kali tidak akur karena memperebutkan lokasi strategis untuk berjualan. Meski begitu, Haidir memilih bertahan karena melihat kawasan Mayestik memiliki potensi besar dengan banyaknya perkantoran dan aktivitas masyarakat setiap hari.
Keteguhan itu akhirnya membuahkan hasil. Nama “Sate Ayam Barokah Mayestik” mulai dikenal pelanggan karena cita rasa bumbu kacang yang khas, manis, dan gurih.
Pandemi Jadi Ujian Berat Usaha Kuliner
Perjalanan bisnis Haidir tidak selalu mulus. Saat pandemi COVID-19 melanda, penjualan menurun drastis. Kondisi tersebut membuatnya stres dan hampir menyerah.
Ia bahkan sempat berniat menjual lapak usahanya karena merasa tidak sanggup bertahan. Namun keputusan untuk tetap bertahan menjadi titik penting dalam perjalanan bisnisnya. Setelah pandemi mereda, pelanggan kembali berdatangan dan usaha perlahan bangkit.
Kisah ini menjadi pelajaran penting bahwa dalam dunia usaha, masa sulit adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.
Baca Juga: Produksi Pellet Kayu untuk Kucing: Peluang Usaha Ramah Lingkungan dengan Pasar yang Terus Berkembang
Berani Ambil Risiko untuk Naik Kelas
Titik balik usaha Haidir terjadi ketika ada ruko kosong di depan lokasi jualannya. Meski biaya sewanya cukup tinggi, Haidir memberanikan diri mengambil peluang tersebut.
Untuk mendapatkan tambahan modal, ia memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sebesar Rp200 juta. Dana itu digunakan untuk menyewa ruko dan mengembangkan usaha kulinernya.
Keputusan pindah dari trotoar ke ruko ternyata membawa perubahan besar. Jika sebelumnya ia hanya mampu menjual sekitar 500 tusuk sate per hari, kini penjualannya melonjak hingga 2.000 tusuk per hari.
Omzet harian pun meningkat drastis hingga mencapai Rp8 juta per hari, dengan omzet terendah sekitar Rp5 juta saat kondisi sepi.
Strategi Sukses Haidir Mengembangkan Usaha Sate
Kesuksesan Haidir tidak hanya karena rasa makanan yang enak, tetapi juga karena strategi bisnis yang tepat. Berikut beberapa strategi yang bisa ditiru pelaku UMKM:
1. Konsisten Menjaga Rasa
Pelanggan akan kembali jika kualitas rasa tetap terjaga. Haidir mempertahankan cita rasa sate khas Madura dengan bumbu kacang yang berbeda dari kompetitor.
2. Memilih Lokasi Strategis
Kawasan Mayestik yang ramai perkantoran menjadi lokasi ideal untuk usaha kuliner karena memiliki pasar yang jelas.
3. Berani Mengambil Peluang
Saat ada kesempatan menyewa ruko, Haidir tidak ragu mengambil risiko demi pengembangan usaha.
4. Memanfaatkan Teknologi Digital
Haidir mulai menggunakan QRIS untuk mempermudah transaksi pelanggan. Langkah ini membuat pencatatan keuangan lebih rapi dan modern.
5. Membangun Hubungan dengan Pelanggan
Pelayanan ramah dan sering memberi bonus lontong kepada pelanggan membuat banyak pembeli menjadi pelanggan setia.
Tutorial Memulai Usaha Sate untuk Pemula
Melihat kisah sukses Haidir, usaha sate bisa menjadi peluang bisnis kuliner yang menjanjikan. Berikut langkah-langkah memulai usaha sate dari nol:
1. Tentukan Jenis Sate
Pilih jenis sate yang ingin dijual seperti:
- Sate ayam
- Sate kambing
- Sate taichan
- Sate kulit
- Sate maranggi
Fokus pada satu menu utama agar kualitas lebih terjaga.
2. Siapkan Modal Awal
Modal usaha sate skala kecil biasanya digunakan untuk:
- Gerobak atau booth
- Alat bakar
- Daging ayam atau kambing
- Bumbu kacang
- Arang
- Peralatan makan
Usaha sate sederhana bisa dimulai dengan modal Rp3 juta hingga Rp10 juta.
3. Cari Lokasi Strategis
Pilih lokasi dekat:
- Perkantoran
- Kampus
- Pasar
- Pinggir jalan ramai
- Area kuliner malam
Lokasi sangat menentukan jumlah pelanggan.
4. Buat Ciri Khas Produk
Agar berbeda dari pesaing, buat keunikan seperti:
- Bumbu khas
- Sambal unik
- Porsi jumbo
- Bonus lontong
- Harga terjangkau
5. Manfaatkan Media Sosial
Promosikan usaha melalui:
- TikTok
- WhatsApp Business
Konten video proses pembakaran sate biasanya menarik perhatian calon pelanggan.
6. Gunakan Pembayaran Digital
QRIS mempermudah transaksi dan membuat usaha terlihat lebih profesional.
7. Catat Keuangan dengan Rapi
Pisahkan uang pribadi dan uang usaha agar perkembangan bisnis mudah dipantau.
Peluang Bisnis Kuliner Masih Sangat Menjanjikan
Bisnis makanan tetap menjadi salah satu sektor usaha paling stabil di Indonesia. Kuliner adalah kebutuhan harian masyarakat sehingga peluang berkembang masih sangat besar.
Bahkan banyak usaha kecil yang awalnya hanya menggunakan gerobak kini mampu berkembang menjadi restoran atau memiliki banyak cabang. Kisah Haidir menjadi bukti nyata bahwa usaha sederhana sekalipun bisa berkembang besar jika dijalankan dengan serius.
Selain itu, dukungan pembiayaan seperti KUR juga membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku UMKM untuk naik kelas dan memperbesar usahanya.
Rencana Besar Membuka Cabang Baru
Meski sudah berhasil pindah ke ruko, Haidir belum puas. Ia kini mulai merencanakan ekspansi usaha dengan membuka cabang baru di beberapa lokasi strategis.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, ia memperkirakan kebutuhan modal tambahan mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta. Optimisme itu muncul karena merek “Sate Ayam Barokah Mayestik” sudah dikenal dan memiliki pelanggan loyal.
Baca Juga: Produksi Pengikat Kabel Earphone: Peluang Usaha Sederhana yang Menguntungkan
Kesimpulan
Kisah Haidir mengajarkan bahwa kesuksesan usaha tidak datang secara instan. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan membaca peluang pasar.
Dari seorang pedagang sate di trotoar hingga kini memiliki ruko dengan omzet jutaan rupiah per hari, perjalanan Haidir menjadi inspirasi besar bagi para pelaku UMKM dan calon pengusaha kuliner di Indonesia.
Bagi siapa pun yang ingin memulai usaha makanan, jangan takut memulai dari kecil. Selama terus belajar dan berinovasi, peluang berkembang selalu terbuka lebar.



