#Pugur – #Produksi Tepung Mocaf (#Modified Cassava Flour): #Inovasi Singkong Bernilai Ekonomi Tinggi – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara tropis dengan hasil #pertanian yang melimpah, terutama singkong. Selama ini, singkong sering dipandang sebagai bahan pangan kelas dua yang hanya diolah menjadi #gaplek, #tape, atau #keripik. Padahal, potensi singkong sebagai bahan baku industri pangan modern sangat besar. Salah satu inovasi yang lahir dari pengembangan singkong adalah Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour), yaitu tepung hasil modifikasi fermentasi yang menjadikan singkong memiliki karakteristik mirip tepung terigu.
Baca Juga: Usaha Sereal Instan dari Biji Lokal: Jagung, Kacang Hijau, dan Sorgum
Tepung mocaf mulai dikembangkan oleh peneliti Indonesia sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum. Melalui proses bioteknologi sederhana dan bahan baku lokal yang mudah didapat, mocaf mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi petani dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM). Inovasi ini juga menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Pengertian dan Karakteristik Tepung Mocaf
Mocaf merupakan singkatan dari Modified Cassava Flour, yaitu tepung yang dihasilkan melalui proses fermentasi singkong menggunakan mikroorganisme (biasanya bakteri asam laktat). Proses ini menyebabkan perubahan biokimia pada granula pati singkong, menghasilkan tepung yang lebih halus, berwarna lebih putih, beraroma netral, dan memiliki daya kembang yang lebih baik dibandingkan tepung singkong biasa.
Karakteristik unggul inilah yang membuat mocaf bisa menjadi substitusi parsial maupun total terhadap tepung terigu. Dalam banyak penelitian, mocaf terbukti mampu menggantikan tepung terigu hingga 100% pada produk seperti kue basah, cookies, hingga mie non-terigu tanpa mengubah cita rasa secara signifikan.
Bahan Baku dan Persiapan Produksi
Bahan utama pembuatan tepung mocaf adalah singkong segar dengan kualitas baik. Jenis singkong yang ideal adalah varietas yang memiliki kadar pati tinggi dan serat rendah, seperti Adira 1, Malang 4, atau UJ-5. Selain bahan utama, dibutuhkan pula bahan pendukung dan perlengkapan sederhana, antara lain:
- Air bersih untuk pencucian dan fermentasi
- Starter fermentasi berupa bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.)
- Peralatan produksi seperti mesin pengupas, alat pemotong (chopper), wadah fermentasi, alat pengering, mesin penepung, dan ayakan
Sebelum diproses, singkong harus dipanen dalam kondisi matang optimal (usia 8–12 bulan), dikupas, dan dicuci bersih. Singkong yang rusak atau busuk sebaiknya tidak digunakan karena dapat menurunkan mutu tepung yang dihasilkan.
Tahapan Proses Produksi Tepung Mocaf
Proses produksi tepung mocaf dapat dilakukan dengan teknologi sederhana yang bisa diterapkan di tingkat rumah tangga maupun skala industri kecil. Tahapan utamanya meliputi:
1. Pengupasan dan Pencucian
Singkong yang baru dipanen dikupas kulitnya menggunakan pisau atau mesin pengupas. Setelah itu, dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan tanah, getah, dan kotoran yang menempel.
2. Pemotongan (Chipping)
Singkong bersih dipotong menjadi irisan tipis dengan ketebalan 0,5–1 cm menggunakan alat pemotong. Proses ini penting agar fermentasi dan pengeringan berlangsung lebih cepat dan merata.
3. Fermentasi
Irisan singkong dimasukkan ke dalam wadah berisi air bersih, kemudian ditambahkan kultur starter Lactobacillus sp. Fermentasi dilakukan selama 24–48 jam pada suhu ruang. Selama fermentasi, bakteri akan menghasilkan asam laktat yang memodifikasi struktur pati singkong. Hasilnya, aroma singkong yang khas berkurang, warna menjadi lebih putih, dan tekstur lebih lembut.
4. Pencucian Ulang dan Penirisan
Setelah fermentasi selesai, irisan singkong dicuci kembali untuk menghilangkan sisa asam dan lendir hasil fermentasi. Kemudian ditiriskan hingga kadar air berkurang.
5. Pengeringan
Proses pengeringan bisa dilakukan menggunakan sinar matahari selama 1–2 hari atau menggunakan oven pada suhu 60–70°C selama 6–8 jam hingga kadar air mencapai kurang dari 12%. Pengeringan yang baik akan mencegah jamur dan menjaga kualitas tepung.
6. Penggilingan dan Pengayakan
Setelah kering sempurna, irisan singkong difermentasi digiling menggunakan mesin penepung hingga menjadi bubuk halus. Tepung kemudian diayak dengan saringan ukuran mesh 80–100 untuk menghasilkan tekstur lembut dan seragam.
7. Pengemasan dan Penyimpanan
Tepung mocaf dikemas dalam wadah kedap udara seperti plastik berlapis aluminium foil atau karung plastik tebal. Simpan di tempat kering dan sejuk agar tidak menyerap kelembapan. Dengan penyimpanan yang baik, tepung mocaf dapat bertahan hingga enam bulan.
Baca Juga: Budidaya Lele Bioflok Mini di Ember (LEBIR): Inovasi Cerdas, Hemat Ruang, dan Menguntungkan
Keunggulan Tepung Mocaf
- Bebas Gluten
Tepung mocaf tidak mengandung gluten sehingga cocok untuk penderita intoleransi gluten atau penyakit celiac. - Aroma dan Rasa Netral
Proses fermentasi menghilangkan aroma singkong yang tajam, menghasilkan rasa yang lebih netral seperti tepung terigu. - Ramah Lingkungan dan Padat Karya
Produksi mocaf tidak memerlukan bahan kimia berbahaya dan dapat dilakukan secara padat karya di pedesaan. - Substitusi Tepung Terigu Impor
Mocaf bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum, mendukung kemandirian pangan nasional. - Bernilai Ekonomi Tinggi
Singkong yang biasanya dijual murah dapat diolah menjadi produk dengan harga jual lebih tinggi, meningkatkan pendapatan petani dan pelaku UMKM.
Pemanfaatan Tepung Mocaf di Industri Pangan
Tepung mocaf kini digunakan dalam berbagai produk olahan pangan modern maupun tradisional, seperti:
- Roti, kue basah, dan cookies
- Aneka gorengan seperti pisang goreng, bakwan, dan pastel
- Mie non-terigu atau mie sehat tanpa gluten
- Keripik, rengginang, dan aneka snack
- Campuran bahan industri makanan seperti saus, bumbu kering, dan pengental alami
Beberapa produsen besar juga mulai menggunakan mocaf sebagai campuran tepung terigu untuk mengurangi biaya produksi sekaligus memanfaatkan bahan baku lokal.
Tantangan dan Peluang Pengembangan
Meskipun prospeknya cerah, pengembangan industri mocaf masih menghadapi beberapa kendala. Di antaranya adalah ketersediaan teknologi pengeringan yang efisien, kurangnya standar mutu nasional yang baku, dan akses pasar yang belum luas. Selain itu, pengetahuan petani mengenai teknik fermentasi yang tepat masih terbatas.
Namun, peluang pengembangannya sangat besar. Dukungan pemerintah melalui program substitusi impor gandum, riset dari perguruan tinggi, dan inisiatif komunitas wirausaha lokal dapat mempercepat tumbuhnya industri mocaf di Indonesia. Dengan manajemen yang baik, tepung mocaf dapat menjadi produk unggulan ekspor dan simbol kebangkitan industri pangan berbasis bahan lokal.
Baca Juga: Usaha Bibit Durian Unggul: Dari Cangkok Hingga Grafting
Kesimpulan
Produksi tepung mocaf merupakan inovasi strategis dalam bidang agroindustri yang mengubah singkong menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Dengan proses fermentasi yang sederhana, mocaf memiliki kualitas menyerupai tepung terigu namun tetap bebas gluten dan ramah lingkungan. Selain berpotensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani, mocaf juga mendukung kemandirian pangan nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum.
Melalui penguatan teknologi, pelatihan masyarakat, dan dukungan kebijakan pemerintah, tepung mocaf dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan sistem pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.



