Pugur – #Dunia #kuliner selalu #menghadirkan #cerita menarik, mulai dari #tren #minuman #kopi yang semakin #populer hingga #kisah orang-orang yang berhasil mendapatkan penghasilan dari #sektor #pertanian.
Salah satu informasi yang menarik perhatian adalah pilihan jenis kopi bagi pemula yang baru mulai menikmati kopi. Di sisi lain, ada pula kisah Muhammad Qayyum, seorang pria di Malaysia yang memilih menekuni pertanian buah dan disebut mampu memperoleh penghasilan hingga sekitar Rp50 juta per bulan.
Kedua cerita tersebut memperlihatkan bagaimana makanan dan minuman tidak hanya berkaitan dengan selera, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan sumber penghasilan.

Baca: KIsah Mantan Teknisi Jadi Petani Cabai, Punya 10.000 Polybag dan Panen 1 Ton per Bulan
5 Jenis Kopi yang Bisa Dicoba Pemula
Bagi seseorang yang baru mulai minum kopi, rasa pahit atau asam yang kuat terkadang membuat pengalaman pertama kurang menyenangkan. Karena itu, kopi dengan karakter rasa lebih ringan dapat menjadi pilihan awal.
Berikut beberapa jenis kopi yang disebut cocok untuk pemula.
1. Latte
Latte merupakan salah satu minuman kopi yang relatif mudah diterima oleh orang yang belum terbiasa dengan rasa kopi yang kuat.
Minuman ini dibuat menggunakan espresso yang dipadukan dengan susu steam panas dan buih susu. Kehadiran susu membuat rasa kopi menjadi lebih lembut sehingga rasa pahit espresso tidak terlalu dominan.
Karena karakter rasanya cenderung creamy dan ringan, latte kerap menjadi salah satu pilihan bagi orang yang baru mulai mengenal berbagai jenis minuman kopi.
2. Cappuccino
Cappuccino memiliki bahan dasar yang mirip dengan latte, yakni espresso dan susu. Perbedaannya terletak pada komposisi dan tekstur susu yang digunakan.
Cappuccino biasanya memiliki lapisan busa susu yang lebih tebal. Tekstur tersebut memberikan sensasi tersendiri ketika diminum sekaligus membuat rasa kopi terasa lebih seimbang.
Bagi pemula yang ingin mulai mengenal espresso tetapi belum siap dengan rasa kopi hitam yang kuat, cappuccino dapat menjadi salah satu pilihan.
3. Americano
Berbeda dengan latte dan cappuccino, americano tidak menggunakan susu sebagai bahan utama.
Americano dibuat dengan mencampurkan espresso dan air panas. Hasilnya tetap mempertahankan karakter kopi, tetapi tingkat kepekatannya berbeda dibandingkan espresso yang diminum langsung.
Minuman ini dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin secara bertahap mengenal cita rasa kopi tanpa tambahan susu.
Baca: Peluang Usaha Pertanian Menjanjikan Dan Cara Memulainya dari Nol
4. Kopi Saring
Kopi saring juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengenal cita rasa kopi secara lebih sederhana.
Metode penyeduhan dapat menghasilkan karakter rasa yang berbeda-beda, tergantung jenis biji kopi, tingkat sangrai, hingga teknik penyeduhan.
Bagi pemula, pilihan kopi dengan rasa yang tidak terlalu pahit dapat membuat proses mengenal kopi menjadi lebih menyenangkan.
5. Flavoured Coffee
Ada pula flavoured coffee atau kopi dengan tambahan cita rasa tertentu.
Kopi jenis ini biasanya memberikan pengalaman yang lebih ringan bagi orang yang belum terbiasa dengan rasa kopi murni. Tambahan rasa dapat membuat minuman kopi terasa lebih familiar dan mudah diterima.
Meski begitu, selera setiap orang berbeda. Setelah terbiasa dengan kopi bercita rasa ringan, penikmat kopi pemula dapat secara perlahan mencoba berbagai karakter kopi lainnya.
Restoran Baru di Tebet Jual Iga Bakar hingga 30 Kilogram per Hari
Selain informasi mengenai kopi, kabar kuliner yang menjadi perhatian adalah restoran baru di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Restoran tersebut berada di Jalan Tebet Raya dan menawarkan sejumlah menu makanan, termasuk ayam goreng dan iga bakar.
Ayam goreng menjadi salah satu menu andalan. Hidangan tersebut disajikan bersama sambal dan kangkung, sementara iga bakarnya memiliki karakter rasa gurih dengan permukaan yang dibuat caramelized.
Menariknya, berdasarkan laporan sumber, penjualan iga bakar di tempat tersebut dapat mencapai sekitar 30 kilogram setiap harinya.
Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri di tengah persaingan bisnis kuliner di kawasan Tebet yang dikenal memiliki banyak pilihan tempat makan.
Kisah Petani Buah yang Raup Rp50 Juta per Bulan
Tidak hanya soal kuliner, kisah di sektor pertanian juga menjadi salah satu informasi yang menarik perhatian.
Muhammad Qayyum, pria asal Malaysia, memilih jalur yang berbeda setelah menyelesaikan pendidikan Sijil Pelajaran Malaysia. Alih-alih melanjutkan pendidikan atau bekerja di sektor formal, ia memilih menekuni dunia pertanian.
Qayyum menjalani aktivitas sebagai petani buah secara paruh waktu. Ia kemudian membudidayakan sejumlah tanaman buah, termasuk pepaya dan pisang.
Dari kegiatan pertanian tersebut, ia dilaporkan mampu memperoleh penghasilan hingga sekitar Rp50 juta per bulan.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa sektor pertanian dapat menjadi sumber pendapatan apabila dikelola secara serius dan disesuaikan dengan peluang pasar.
Pertanian Buah Bisa Menjadi Peluang Usaha
Budidaya buah sebenarnya memiliki peluang yang cukup luas. Selain menjual hasil panen dalam bentuk buah segar, petani juga dapat mengembangkan produk turunannya.
Langkah tersebut bahkan menjadi rencana Qayyum ke depannya. Ia disebut berencana mengembangkan usahanya ke sektor pengolahan makanan.
Pengolahan hasil pertanian dapat meningkatkan nilai jual produk. Misalnya, buah segar dapat diolah menjadi jus, selai, keripik, manisan, makanan beku, atau produk olahan lainnya.
Dengan demikian, rantai usaha tidak berhenti pada kegiatan menanam dan memanen, tetapi dapat berkembang hingga proses pengolahan dan pemasaran.
Kopi dan Pertanian Sama-Sama Punya Potensi Ekonomi
Kisah kopi untuk pemula dan petani buah tersebut memiliki benang merah yang menarik. Keduanya menunjukkan bahwa sektor makanan, minuman, dan pertanian memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan.
Kopi tidak hanya menjadi minuman sehari-hari. Di balik secangkir kopi terdapat rantai usaha yang panjang, mulai dari petani, pengolah biji kopi, roaster, barista, pemilik kedai hingga pelaku usaha makanan dan minuman.
Begitu pula dengan buah-buahan. Hasil pertanian dapat dipasarkan secara langsung maupun dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Baca: Kisah Sukses Tukang Bakso: Sempat Diremehkan, Kini Punya 25 Cabang di Berbagai Kota
Karena itu, perkembangan tren kuliner juga dapat menciptakan peluang bagi masyarakat yang ingin terjun ke bidang usaha makanan, minuman maupun pertanian.
Bagi pemula yang ingin mulai menikmati kopi, latte, cappuccino, americano, kopi saring dan flavoured coffee dapat menjadi beberapa pilihan awal dengan karakter rasa yang berbeda.
Sementara itu, kisah Muhammad Qayyum menunjukkan bagaimana sektor pertanian buah dapat menjadi sumber penghasilan. Ia memilih membudidayakan pepaya dan pisang secara paruh waktu dan dilaporkan memperoleh penghasilan hingga sekitar Rp50 juta per bulan.
Kisah tersebut juga menunjukkan bahwa peluang ekonomi tidak selalu berasal dari pekerjaan kantoran. Pertanian, kuliner dan pengolahan makanan dapat menjadi bidang yang dikembangkan sesuai kemampuan, modal, sumber daya dan kebutuhan pasar.
Catatan: angka penghasilan Rp50 juta per bulan merupakan angka yang diberitakan dalam sumber mengenai Qayyum di Malaysia, bukan jaminan pendapatan yang otomatis dapat diperoleh semua petani. Hasil usaha pertanian dapat berbeda berdasarkan luas lahan, produktivitas, harga jual, biaya produksi, musim dan kondisi pasar.



