Pugur – #Di #tengah #tantangan #hidup #yang #tidak #mudah, #kisah #perubahan #nasib #dua #mantan #pekerja #pemilah sampah di kawasan TPST Bantar Gebang, Bekasi, menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha dan pencari peluang bisnis. Berbekal kemauan belajar dan kesempatan yang tepat, mereka berhasil beralih profesi menjadi perajin tembikar yang kini menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.
Ria (40) dan Siti Marwah (28) sebelumnya bekerja sebagai pemilah sampah plastik. Setiap hari mereka harus berhadapan dengan tumpukan sampah, bau menyengat, serta jam kerja yang panjang dari pagi hingga sore. Kondisi tersebut mendorong keduanya mencari peluang yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas hidup.

Baca: Produksi Jam Belajar Anak Manual: Peluang Usaha Edukatif dengan Prospek Menjanjikan
Berawal dari Usaha Tanaman Hias
Kesempatan itu datang melalui usaha kerajinan tembikar yang dikembangkan oleh Khoirunisa Perwita Sari, pendiri usaha Kaya Hutan di Bekasi. Menariknya, Nisa—sapaan akrabnya—bukan berasal dari latar belakang kerajinan maupun desain interior.
Lulusan Teknologi Industri IPB tersebut sempat berkarier di perusahaan konsultan IT sebelum memutuskan resign dan membangun bisnis tanaman hias. Saat tren tanaman hias sedang berkembang pesat, Nisa melihat peluang untuk mengembangkan pot tembikar dengan desain yang lebih modern dan memiliki nilai jual tinggi.
Ia kemudian melakukan riset langsung ke sentra kerajinan tembikar di Plered, Purwakarta. Bahkan, Nisa berani menginvestasikan modal berupa pembelian oven untuk membantu para pengrajin meningkatkan kapasitas produksi. Namun perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus karena sempat menghadapi berbagai kendala dalam kerja sama produksi.
Mengubah Pekerja Sampah Menjadi Pengrajin Kreatif
Alih-alih menyerah, Nisa justru melihat potensi sumber daya manusia di sekitar kawasan Bantar Gebang. Ia memberikan kesempatan kepada warga yang sebelumnya bekerja di sektor pengelolaan sampah untuk belajar membuat kerajinan tembikar.
Baca Juga: Produksi Kubus Aktivitas Anak: Peluang Usaha Edukatif yang Kreatif dan Menguntungkan
Program ini tidak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga membantu para pekerja memperoleh lingkungan kerja yang lebih nyaman dan fleksibel. Kini mereka dapat mengatur waktu kerja dengan lebih baik, termasuk mengurus keluarga dan aktivitas rumah tangga tanpa terikat jam kerja yang ketat.
Transformasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana industri kreatif mampu memberikan dampak sosial sekaligus ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dukungan Program UMKM Jadi Kunci Kesuksesan
Perjalanan bisnis Kaya Hutan semakin berkembang setelah mengikuti berbagai program pembinaan UMKM. Nisa mengaku memperoleh banyak manfaat dari program Growpreneur dan Rumah BUMN yang membantunya memahami pengelolaan usaha, pemasaran, pengembangan SDM, hingga strategi bisnis yang lebih terstruktur.
Melalui program inkubasi bisnis tersebut, ia juga memperoleh akses mentor, jaringan komunitas usaha, serta pelatihan yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membantu usaha kerajinan tembikarnya berkembang lebih cepat.
Omzet Tembus Rp100 Juta per Bulan
Kerja keras dan konsistensi akhirnya membuahkan hasil. Produk-produk tembikar buatan Kaya Hutan kini dipasarkan melalui media sosial dan workshop yang berlokasi di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Harga produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp30 ribu hingga Rp800 ribu per unit, tergantung ukuran dan desain. Seiring meningkatnya permintaan pasar, usaha ini mampu menghasilkan omzet berkisar Rp50 juta hingga Rp100 juta per bulan.
Pencapaian tersebut membuktikan bahwa bisnis kerajinan berbasis kreativitas dan pemberdayaan masyarakat memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia.
Peluang Usaha Kerajinan Tembikar Masih Terbuka Lebar
Meningkatnya tren dekorasi rumah, tanaman hias, dan desain interior menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM yang ingin terjun ke bisnis kerajinan tembikar. Produk seperti pot tanaman, vas bunga, dekorasi rumah, hingga perlengkapan taman memiliki pasar yang terus berkembang.
Baca Juga: Produksi Papan Puzzle Huruf Hijaiyah: Peluang Usaha Edukatif yang Menjanjikan di Era Modern
Selain menawarkan keuntungan finansial, usaha ini juga dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi kelompok yang sebelumnya bekerja di sektor informal.
Kisah sukses Kaya Hutan menjadi bukti bahwa dengan inovasi, kemauan belajar, dan dukungan ekosistem UMKM yang tepat, siapa pun dapat mengubah tantangan hidup menjadi peluang usaha yang menjanjikan.



