Pugur.com – #Kisah #sukses #pengusaha #muda #Indonesia tidak pernah lepas dari sosok yang mampu melihat #peluang dari #perubahan #perilaku #masyarakat. Salah satunya adalah #Ghufron Mustaqim, salah satu #pendiri #Evermos, #startup #social #commerce yang berkembang dengan membawa #konsep #reseller dan #pemberdayaan pelaku usaha di berbagai daerah Indonesia.
Ghufron Mustaqim bersama tiga rekannya, yakni Iqbal Muslimin, Ilham Taufiq, dan Arip Tirta, mendirikan Evermos pada November 2018. Platform tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem social commerce berbasis reseller di Indonesia.
Menariknya, ide bisnis Evermos tidak sekadar mengejar perkembangan teknologi. Model bisnis yang dibangun juga berusaha membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan melalui aktivitas penjualan produk secara online.

Baca: Kisah Sukses Martin Reyhan Suryohusodo, Pendiri Otoklix yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia
Awal Mula Ghufron Mustaqim Membangun Evermos
Perjalanan Ghufron Mustaqim di dunia startup bermula dari ketertarikannya terhadap industri e-commerce. Sebelum ikut membangun Evermos, ia telah mengenal dunia startup dan bisnis digital.
Bersama Iqbal Muslimin, Ilham Taufiq, dan Arip Tirta, Ghufron kemudian melihat adanya peluang untuk membangun platform yang dapat mempertemukan pemilik produk dengan reseller.
Evermos pun didirikan pada 2018 dengan konsep social commerce. Platform ini memungkinkan reseller memasarkan berbagai produk kepada konsumen melalui jaringan sosial yang mereka miliki, termasuk WhatsApp dan media sosial.
Konsep tersebut menjadi pembeda karena Evermos tidak hanya berfokus pada transaksi digital, tetapi juga memanfaatkan jaringan manusia sebagai bagian dari saluran distribusi.
Apa Itu Evermos?
Evermos merupakan platform reseller dan connected commerce yang mempertemukan brand atau pemasok dengan para reseller.
Melalui platform tersebut, reseller dapat memilih produk yang tersedia, kemudian mempromosikannya kepada konsumen melalui media sosial maupun saluran komunikasi lainnya.
Dalam perkembangannya, Evermos juga menyediakan berbagai dukungan teknologi dan layanan yang membantu reseller menjalankan aktivitas penjualan, termasuk pengelolaan produk, transaksi dan proses pemenuhan pesanan.
Konsep ini membuat seseorang dapat mencoba menjalankan bisnis online tanpa harus memiliki toko fisik atau menyimpan banyak stok barang sendiri.
Ghufron Mustaqim dan Konsep Ekonomi Gotong Royong
Salah satu hal menarik dari perjalanan bisnis Ghufron Mustaqim bersama Evermos adalah gagasan mengenai ekonomi gotong royong.
Evermos dibangun dengan tujuan memberdayakan lebih banyak orang agar dapat ikut mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi digital. Reseller memperoleh kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari penjualan, sementara brand dan UMKM mendapatkan tambahan akses menuju konsumen.
Model tersebut kemudian berkembang menjadi ekosistem yang menghubungkan reseller, brand, UMKM dan konsumen.
Pada masa awal perkembangannya, Evermos telah berhasil membangun jaringan reseller dalam jumlah besar. Pada 2021, misalnya, perusahaan disebut telah memiliki lebih dari 100.000 reseller aktif yang tersebar di lebih dari 500 kota tier 2 dan 3 di Indonesia.
Dari Startup Menjadi Platform Social Commerce Besar
Perjalanan Evermos menunjukkan bahwa membangun startup tidak hanya membutuhkan ide, tetapi juga kemampuan untuk mengembangkan model bisnis sesuai kebutuhan pasar.
Dalam beberapa tahun setelah berdiri, Evermos mendapatkan dukungan pendanaan dan memperluas ekosistemnya. Pada Januari 2023, Evermos dilaporkan memiliki sekitar 160.000 reseller yang bertransaksi setiap bulan serta mencatat pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) yang sangat signifikan sejak masa pandemi.
Perusahaan juga terus mengembangkan jaringan bisnisnya. Berdasarkan informasi terbaru yang tersedia di situs resmi Evermos, perusahaan menyebut telah memiliki 900.000 lebih penjual aktif dan bermitra dengan 6.400 lebih UMKM di seluruh Indonesia.
Angka tersebut menunjukkan bagaimana sebuah startup yang berawal dari gagasan untuk mempertemukan brand dan reseller dapat berkembang menjadi ekosistem perdagangan digital yang jauh lebih besar.
Ghufron Mustaqim dan Perjalanan Menjadi CEO Evermos
Ghufron Mustaqim juga memiliki peran penting dalam perjalanan kepemimpinan Evermos.
Menurut profil DailySocial, Ghufron menjadi CEO Evermos sejak 2020 setelah sebelumnya Iqbal Muslimin memimpin perusahaan tersebut. Ia kemudian fokus mengembangkan Evermos sebagai platform yang dapat membantu memperluas akses perdagangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bagi Ghufron, dunia entrepreneurship bukanlah perjalanan yang selalu mudah. Tantangan justru menjadi bagian dari proses membangun sebuah perusahaan teknologi.
Salah satu hal yang menjadi motivasinya adalah ketika produk yang dibangun memberikan manfaat nyata kepada pengguna.
Baca: Peluang Usaha Membuat Buket Snack Sederhana
Evermos Membuka Peluang Bagi Reseller
Salah satu kekuatan model bisnis Evermos adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi reseller.
Reseller dapat memilih produk dari katalog yang tersedia, kemudian melakukan promosi melalui media sosial. Konsumen juga dapat diarahkan untuk melakukan pembelian melalui saluran yang disediakan.
Konsep tersebut membuat bisnis reseller menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat yang ingin mencoba berjualan secara online.
Evermos sendiri menjelaskan bahwa platformnya menyediakan berbagai produk kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan, minuman, fashion, perlengkapan ibadah, produk kecantikan, kesehatan hingga produk digital.
Memberdayakan UMKM Indonesia
Tidak hanya reseller, perkembangan Evermos juga berkaitan erat dengan UMKM.
Perusahaan mengembangkan ekosistem yang memungkinkan produk-produk UMKM memperoleh akses pasar yang lebih luas. Dalam informasi resminya, Evermos menyebut telah bekerja sama dengan ribuan mitra UMKM.
Hal ini menjadi salah satu alasan kisah Ghufron Mustaqim menarik untuk diperhatikan oleh calon pengusaha.
Ia tidak membangun bisnis hanya berdasarkan penjualan produk, tetapi mencoba menciptakan sebuah ekosistem yang mempertemukan berbagai pihak dalam satu jaringan.
Pelajaran Bisnis dari Kisah Sukses Ghufron Mustaqim
Ada sejumlah pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Ghufron Mustaqim dan Evermos.
Pertama, melihat masalah sebagai peluang bisnis.
Evermos lahir dari kebutuhan untuk membuat proses distribusi dan penjualan produk menjadi lebih mudah melalui teknologi dan jaringan reseller.
Kedua, memanfaatkan teknologi untuk memberdayakan manusia.
Teknologi tidak digunakan hanya untuk membuat aplikasi, tetapi menjadi alat untuk mempertemukan reseller, brand, UMKM dan konsumen.
Ketiga, membangun ekosistem.
Bisnis yang kuat tidak selalu hanya bergantung pada satu produk. Evermos membangun jaringan yang melibatkan banyak pihak sehingga masing-masing dapat memperoleh manfaat.
Keempat, berani menghadapi perubahan.
Perkembangan perdagangan digital menunjukkan bahwa perilaku konsumen terus berubah. Pengusaha perlu mampu menyesuaikan model bisnis dengan kebutuhan pasar.
Ghufron Mustaqim, Inspirasi Pengusaha Muda Indonesia
Perjalanan Ghufron Mustaqim bersama Evermos menjadi salah satu contoh bahwa peluang bisnis dapat muncul dari persoalan yang ada di sekitar masyarakat.
Dari sebuah startup yang didirikan pada 2018 bersama tiga rekan, Evermos berkembang menjadi platform connected commerce dengan jaringan reseller dan UMKM yang luas.
Endeavor Indonesia mencatat Ghufron Mustaqim sebagai Co-Founder dan CEO Evermos serta menyebut perusahaan tersebut sebagai platform social commerce Indonesia yang memberdayakan pengusaha mikro dan bisnis kecil. Ghufron juga terpilih dalam International Selection Panel Endeavor pada 2022.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan seorang entrepreneur tidak selalu berawal dari perusahaan besar. Sebuah ide, keberanian mengambil risiko, kemampuan membaca kebutuhan pasar dan kemauan untuk terus berkembang dapat menjadi modal penting dalam membangun bisnis.
Bagi calon pengusaha muda, kisah Ghufron Mustaqim dapat menjadi inspirasi bahwa teknologi digital masih memiliki peluang besar untuk menciptakan model bisnis baru sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Ide Bisnis Membuat Buket Bunga Kering Mini
Kesimpulan
Ghufron Mustaqim merupakan salah satu sosok wirausahawan Indonesia yang menarik untuk dipelajari. Bersama Iqbal Muslimin, Ilham Taufiq dan Arip Tirta, ia membangun Evermos pada 2018 dengan konsep social commerce berbasis reseller.
Dari awal yang sederhana, Evermos kemudian berkembang menjadi ekosistem connected commerce yang mempertemukan reseller, UMKM, brand dan konsumen.
Kisah sukses Ghufron Mustaqim sekaligus memberikan pelajaran penting bagi pengusaha muda: peluang bisnis dapat ditemukan dengan melihat masalah yang dihadapi masyarakat, kemudian menghadirkan solusi yang bermanfaat dan dapat dikembangkan dalam skala besar.



