Pugur – #Pandemi #COVID-19 #mengubah #kehidupan #banyak #orang. Tidak sedikit pekerja yang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan sehingga harus mencari peluang usaha baru. Namun di balik kondisi sulit tersebut, lahir banyak kisah inspiratif dari pelaku UMKM yang berani memulai dari nol.
Salah satunya adalah kisah Isan Julian, pria asal Majalengka yang sebelumnya bekerja sebagai sales alat kesehatan. Saat pandemi melanda, penjualan alat kesehatan yang dipasarkannya mengalami penurunan drastis sehingga ia memutuskan banting setir ke bisnis kuliner dengan berjualan siomai dan batagor. Kini usaha tersebut mampu menghasilkan omzet ratusan ribu rupiah per hari.
Kisah ini menjadi bukti bahwa usaha kuliner sederhana tetap memiliki peluang besar jika dijalankan dengan konsisten dan strategi yang tepat.
Baca: Produksi Sabun Kertas: Peluang Usaha Praktis dengan Potensi Keuntungan Menjanjikan

Mengapa Usaha Siomai Masih Menjanjikan?
Siomai merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih, harga terjangkau, serta cocok dinikmati kapan saja membuat permintaannya relatif stabil sepanjang tahun.
Beberapa alasan bisnis siomai masih sangat potensial antara lain:
1. Pasar Sangat Luas
Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pekerja kantoran hingga keluarga menyukai siomai sebagai camilan maupun makanan pengganjal lapar.
2. Modal Awal Relatif Terjangkau
Dibandingkan membuka restoran atau kafe, usaha siomai bisa dimulai dengan modal yang jauh lebih kecil.
3. Mudah Dikembangkan
Bisnis siomai tidak hanya dijual secara gerobakan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi:
- Siomai frozen food
- Siomai kemasan premium
- Siomai online delivery
- Franchise siomai
- Catering camilan acara
4. Bahan Baku Mudah Didapat
Ikan tenggiri, ayam, tepung, kentang, kol, dan bahan pelengkap lainnya tersedia hampir di seluruh daerah Indonesia.
Kisah Inspiratif Mantan Sales Alkes yang Berhasil Bangkit
Menurut laporan detikFinance, Isan Julian sebelumnya bekerja sebagai sales alat kesehatan selama sekitar satu tahun. Saat pandemi COVID-19 terjadi, penjualan alat kesehatan yang dipasarkannya mengalami penurunan sehingga ia mencari sumber penghasilan baru.
Melihat banyak warga di kampung halamannya yang sukses berjualan siomai, ia memutuskan mengikuti jejak keluarga dan mulai belajar dari kakak-kakaknya yang sudah lebih dulu menjalankan usaha tersebut.
Saat ini, usaha siomai dan batagornya mampu menjual sekitar 60 porsi per hari dengan omzet rata-rata mencapai Rp600 ribu setiap hari. Ia bahkan mulai mengembangkan produk siomai frozen food yang memiliki daya tahan hingga tiga bulan.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa peluang usaha sering kali hadir dari lingkungan sekitar dan keberanian untuk memulai.
Analisis Modal Usaha Siomai Sederhana
Berikut simulasi modal usaha siomai skala kecil:
| Kebutuhan | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Gerobak sederhana | Rp2.500.000 |
| Panci kukus | Rp300.000 |
| Kompor gas | Rp350.000 |
| Tabung gas | Rp250.000 |
| Peralatan pendukung | Rp500.000 |
| Bahan baku awal | Rp1.000.000 |
| Kemasan dan perlengkapan | Rp300.000 |
| Total Modal Awal | Rp5.200.000 |
Modal tersebut dapat disesuaikan dengan skala usaha yang ingin dijalankan.
Tutorial Lengkap Memulai Usaha Siomai dari Nol
Langkah 1: Pelajari Resep yang Konsisten
Kunci utama bisnis kuliner adalah rasa.
Bahan Dasar Siomai
- 500 gram ikan tenggiri
- 250 gram tepung tapioka
- 2 butir telur
- Bawang putih halus
- Garam secukupnya
- Merica secukupnya
- Kubis untuk pembungkus
Cara Membuat
- Haluskan ikan tenggiri.
- Campurkan dengan telur dan bumbu.
- Tambahkan tepung sedikit demi sedikit.
- Bungkus menggunakan kulit siomai atau kubis.
- Kukus selama 25–30 menit hingga matang.
Langkah 2: Tentukan Lokasi Strategis
Lokasi sangat menentukan penjualan.
Beberapa lokasi potensial:
- Dekat sekolah
- Area kampus
- Stasiun dan terminal
- Kawasan perkantoran
- Pasar tradisional
- Area wisata
Lokasi ramai pejalan kaki biasanya memiliki peluang penjualan lebih tinggi.
Langkah 3: Gunakan Pembayaran Digital
Saat ini banyak konsumen lebih nyaman menggunakan pembayaran digital.
Isan juga merasakan peningkatan penjualan setelah menyediakan pembayaran QRIS pada gerobaknya. Banyak pelanggan yang lebih mudah bertransaksi tanpa perlu membawa uang tunai.
Manfaat QRIS:
- Mempercepat transaksi
- Mengurangi risiko uang palsu
- Mempermudah pencatatan penjualan
- Menarik pelanggan generasi muda
Langkah 4: Maksimalkan Promosi Media Sosial
Buat akun khusus usaha di:
- TikTok
- WhatsApp Business
Konten yang bisa dibuat:
- Proses pembuatan siomai
- Testimoni pelanggan
- Promo harian
- Video pelanggan sedang makan
- Review rasa dan menu
Konten sederhana namun rutin dapat meningkatkan kepercayaan calon pembeli.
Langkah 5: Daftarkan ke Aplikasi Online
Gabungkan penjualan offline dan online.
Daftarkan usaha ke:
- GoFood
- GrabFood
- ShopeeFood
Cara ini memungkinkan usaha menjangkau pelanggan yang lebih luas tanpa harus membuka cabang.
Langkah 6: Kembangkan Produk Frozen Food
Salah satu peluang terbesar saat ini adalah produk beku atau frozen food.
Keunggulan siomai frozen:
- Daya simpan lebih lama
- Bisa dikirim ke luar kota
- Cocok untuk reseller
- Potensi pasar lebih luas
Langkah ini juga sedang dikembangkan oleh Isan sebagai target jangka panjang bisnisnya.
Strategi Agar Usaha Siomai Cepat Ramai
Berikan Porsi yang Konsisten
Pelanggan akan kembali jika kualitas selalu sama.
Gunakan Bahan Berkualitas
Jangan tergoda menurunkan kualitas demi keuntungan sesaat.
Buat Sambal Kacang yang Unik
Banyak pelanggan justru mengingat rasa saus kacangnya.
Tawarkan Paket Hemat
Contoh:
- Paket Siomai 5 pcs
- Paket Siomai + Batagor
- Paket Keluarga
Bangun Pelanggan Tetap
Berikan bonus atau diskon untuk pelanggan yang sering membeli.
Potensi Keuntungan Usaha Siomai
Simulasi sederhana:
- Harga jual per porsi: Rp10.000
- Penjualan per hari: 60 porsi
- Omzet harian: Rp600.000
Jika berjualan 30 hari:
Rp600.000 x 30 hari = Rp18.000.000 per bulan
Dengan pengelolaan yang baik, keuntungan bersih bisa mencapai beberapa juta rupiah per bulan setelah dikurangi biaya operasional. Angka ini sejalan dengan kisah Isan yang mampu menjual sekitar 60 porsi siomai dan batagor setiap hari.
Pelajaran Penting dari Kisah Isan Julian
Baca Juga: 7 Ide Jualan di Lingkungan Sekolah yang Pasti Cuan
Kesuksesan tidak selalu datang dari pekerjaan bergengsi atau modal besar. Terkadang peluang terbaik justru berasal dari usaha sederhana yang dijalankan dengan tekun.
Kisah mantan sales alat kesehatan yang beralih menjadi penjual siomai menunjukkan bahwa keberanian mengambil langkah baru dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Dengan memanfaatkan teknologi pembayaran digital, menjaga kualitas produk, dan terus berinovasi seperti membuat siomai frozen food, usaha kecil pun memiliki kesempatan berkembang menjadi bisnis besar di masa depan.
Bagi Anda yang sedang mencari peluang usaha modal terjangkau dengan pasar yang luas, bisnis siomai bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dicoba. Dengan strategi yang tepat dan konsistensi dalam menjaga kualitas, bukan tidak mungkin usaha sederhana ini menjadi sumber penghasilan utama yang menjanjikan.



