Pugur – #Banyak #orang #bermimpi #memiliki #usaha #sendiri, #namun #tidak #semua #berani #meninggalkan #pekerjaan #tetap #untuk mengejar impian tersebut. Berbeda dengan Laninka Siamiyono yang memilih keluar dari dunia digital marketing dan membangun bisnis kuliner berbasis hobi memasak.

Keputusan tersebut terbukti membuahkan hasil. Berawal dari usaha kecil berbasis pre-order saat pandemi COVID-19, kini bisnis brownies miliknya berhasil menarik perhatian pelanggan dan menjadi salah satu inspirasi bagi pelaku UMKM yang ingin memulai usaha makanan.
Berawal dari Hobi Memasak
Sebelum menjadi pengusaha, Laninka bekerja sebagai digital marketer selama hampir lima tahun. Namun rutinitas pekerjaan membuatnya merasa tidak lagi berkembang sehingga muncul keinginan untuk mencoba tantangan baru.
Saat pandemi melanda, banyak teman yang mengetahui kemampuannya memasak mulai memesan makanan secara pre-order. Dari sinilah peluang usaha mulai terlihat.
Awalnya Laninka menjual rice box pada tahun 2020. Meski saat itu masih bekerja sebagai karyawan, ia memanfaatkan akhir pekan untuk menerima pesanan makanan. Perlahan, usaha sampingan tersebut berkembang dan memberikan keyakinan bahwa bisnis kuliner memiliki prospek cerah.
Memutuskan Resign Demi Fokus Berbisnis
Setelah dua tahun menjalankan usaha sambil bekerja, Laninka akhirnya memutuskan resign pada akhir 2022 agar dapat fokus mengembangkan bisnisnya.
Keputusan tersebut bukan tanpa risiko. Namun pengalaman selama menjalankan usaha sampingan membuatnya lebih percaya diri untuk menjadi pengusaha penuh waktu.
Langkah berani seperti ini banyak dilakukan pelaku UMKM, tetapi memerlukan kesiapan finansial, mental, dan strategi bisnis yang matang agar usaha dapat bertahan dalam jangka panjang.
Baca: Produksi Jaring Peneduh Tanaman (Shade Net): Peluang Bisnis Menjanjikan di Era Pertanian Modern
Lahirnya Brand Brownies “Baked by Laninka”
Pada November 2024, Laninka meluncurkan brand Baked by Laninka, yang menawarkan produk mini brownies dengan berbagai pilihan rasa.
Respons pasar ternyata sangat positif. Dalam waktu sekitar tiga minggu sejak peluncuran, produk tersebut berhasil terjual sekitar 1.000 bites brownies atau setara dengan sekitar 100 cup.
Seluruh proses produksi hingga pengemasan masih dikerjakan sendiri oleh Laninka sehingga pencapaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan.
Penjualan Mencapai Puluhan Cup Setiap Hari
Seiring meningkatnya popularitas produk, penjualan mini brownies terus bertambah.
Pada periode tertentu, Laninka mampu menjual hingga sekitar 20 cup brownies per hari. Angka tersebut menjadi pencapaian terbaik sejak bisnis browniesnya mulai dipasarkan.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kualitas produk, promosi melalui media sosial, serta pemasaran digital yang memanfaatkan pengalaman Laninka selama bekerja di bidang digital marketing. Konsistensi membangun kehadiran di media sosial juga menjadi salah satu strategi yang sering disarankan pelaku usaha kecil.
Tantangan Membangun Bisnis
Menurut Laninka, tantangan menjalankan UMKM sebenarnya hampir sama bagi semua pelaku usaha.
Permasalahan seperti modal, pemasaran, hingga mencari pelanggan menjadi tantangan utama di awal perjalanan bisnis. Namun ia menilai bahwa setiap pengusaha memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang apabila mampu menjaga kualitas produk dan membangun kepercayaan konsumen.
Memiliki Misi Sosial
Tidak hanya mengejar keuntungan, Laninka juga memiliki cita-cita agar bisnis yang dibangunnya mampu membuka lapangan pekerjaan, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Harapannya, ketika usaha semakin berkembang, semakin banyak penyandang disabilitas yang dapat memperoleh kesempatan bekerja melalui bisnis tersebut.
Visi tersebut menjadi nilai tambah yang membuat usahanya tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.
Pelajaran Bisnis dari Kisah Laninka
Ada beberapa pelajaran penting yang dapat dipetik dari perjalanan bisnis Laninka, di antaranya:
- Memulai bisnis dari hobi dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
- Tidak perlu langsung resign apabila usaha masih dalam tahap awal.
- Gunakan pekerjaan tetap sebagai sumber modal sambil mengembangkan bisnis secara bertahap.
- Bangun personal branding dan manfaatkan media sosial untuk promosi.
- Fokus pada kualitas produk agar pelanggan melakukan pembelian ulang.
- Jadikan tantangan sebagai motivasi untuk terus berkembang.
Peluang Usaha Brownies Masih Sangat Menjanjikan
Bisnis brownies termasuk salah satu sektor kuliner yang terus diminati masyarakat. Modal awal relatif terjangkau, variasi produk mudah dikembangkan, dan pemasaran dapat dilakukan melalui marketplace maupun media sosial.
Model penjualan pre-order juga membantu pelaku usaha mengurangi risiko kerugian karena produksi disesuaikan dengan jumlah pesanan. Hal ini menjadikan bisnis brownies sebagai salah satu peluang usaha rumahan yang layak dipertimbangkan bagi pemula.
Baca Juga: Produksi Ornamen GRC untuk Fasad Rumah: Peluang Bisnis Menjanjikan di Industri Material Bangunan
Penutup
Perjalanan Laninka membuktikan bahwa keberhasilan bisnis tidak selalu membutuhkan modal besar. Berbekal kemampuan memasak, pengalaman di bidang pemasaran digital, serta keberanian mengambil keputusan, ia berhasil mengubah hobi menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Kisah ini menjadi inspirasi bahwa peluang usaha dapat datang dari aktivitas sederhana yang ditekuni secara konsisten. Dengan strategi yang tepat, inovasi produk, dan semangat pantang menyerah, bisnis kuliner memiliki potensi untuk berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.



